SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Layanan Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMP Negeri 18 Malang

Susiati .

Abstrak


ABSTRAK

 

Susiati. 2010. Pengembangan Media Layanan Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo

 

Kata Kunci : Multimedia, Layanan Informasi, Narkoba

 

Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut sangat mempengaruhi perilaku remaja yang berada dalam masa transisi dan pencarian identitas diri. Bimbingan dan konseling sebagai bagian yang integral dari pendidikan harus dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja mengenai dunia remaja, terutama penghindaran diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Namun, BK di SMP Negeri 18 Malang belum memiliki media dalam bentuk multimedia interaktif yang menunjang proses pemberian informasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang termasuk dalam layanan informasi bidang bimbingan sosial.

Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbasis multimedia interaktif yang berterima baik (memenuhi aspek ketepatan, kejelasan, kegunaan dan kemenarikan) baik secara teoritik maupun praktis. Media ini berisi empat (4) menu utama yaitu profil pengembang, pendahuluan, petunjuk penggunaan dan informasi. Di dalam menu informasi terdapat empat (4) sub menu informasi antara lain: dunia remaja, fakta penyalahgunaan narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba dan remaja anti narkoba.

Pengembangan media layanan informasi ini mengikuti tahapan model pengembangan Borg and Gall (1983). Tahapan yang diambil meliputi: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan bimbingan, 3) penyusunan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi dan 6) produk akhir.

Untuk mengetahui media yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji validitas produk kepada ahli media, ahli materi dan audiens/uji kelompok kecil yang berjumlah 10 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket. Adapun hasil pengisian angket kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa keberterimaan multimedia interaktif dengan topik bahaya penyalahgunaan narkoba, menurut ahli media adalah sesuai (2,93), menurut ahli materi adalah sesuai (3,13) dan hasil uji audiens/kelompok kecil adalah sangat jelas (3,43). Kesimpulannya, media layanan informasi tersebut sesuai dari aspek kemenarikan, sesuai dari aspek ketepatan dan kegunaan, serta sangat jelas dari aspek kejelasan dan kemudahan sehingga dapat digunakan dalam pemberian layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

Saran yang diberikan dalam hal ini adalah 1) media ini hendaknya digunakan oleh guru BK dalam pemberian layanan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, 2) terhadap peneliti selanjutnya, agar multimedia ini diteliti lebih lanjut hasil pengembangan dan efektivitasnya dengan melakukan penelitian tindakan (action research) dalam bimbingan.