SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Bahasa Reseptif dan Bahasa Ekspresif Siswa

Muhammad Agung Primadika

Abstrak


Sosiodrama adalah salah satu bentuk permainan peranan. Sosiodrama memberi kesempatan untuk memvisualisasikan dan mengkritisi semua kemungkinan metafora, gambar, simbol dan individu di atas panggung dan mempromosikan interaksi di antara keduanya. Kesempatan untuk memvisualisasi dan mengkritisi peran individu dalam sosiodrama pasti membutuhkan kemampuan bahasa. Kemampuan bahasa pada umumnya dibagi menjadi bahasa reseptif dan ekspresif. Bahasa reseptif menyangkut penerimaan dan pemahaman bahasa sedangkan, bahasa ekspresif melibatkan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam mengungkapkan pemikiran dan berkomunikasi dengan orang lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekpresif. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Apakah teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan bahasa reseptif siswa? (2) Apakah teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan bahasa eskpresif siswa? dan (3) Adakah perbedaan peningkatan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif siswa melalui penerapan teknik sosiodrama?.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI MAN 1 Kota Malang yang memiliki skor keterampilan bahasa reseptif dan ekspresif rendah. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) dan uji Independent Sample t test (uji beda dua sampel bebas).

Hasil penelitian tampak bahwa terdapat perbedaan peningkatan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif sebelum dan sesuah pemberian treatment. Terdapat perbedaan peningkatan rata-rata skor post test kelompok bahasa ekspresif dan kelompok bahasa reseptif. Rata-rata peningkatan skor keterampilan bahasa ekspresif lebih besar daripada rata-rata peningkatan skor keterampilan bahasa reseptif.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor, siswa, dan peneliti selanjutnya. Konselor dapat menerapkan teknik sosiodrama untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif siswa. Siswa dapat mengikuti kegiatan bimbingan dengan teknik sosiodrama dengan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Peneliti selanjutnya dapat melaksanakan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai teknik pembanding.