SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII Di SMP Laboratorium UM

Siti Khoiriyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ketidak mampuan siswa dalam melakukan komunikasi interpersonal cenderung menunjukkan perilaku negatif. Remaja yang mengalami kegagalan dalam melakukan komunikasi interpersonal dengan lingkungannya, tidak diterima, ditolak dan dikucilkan. Dampaknya siswa semakin kesulitan dalam melakukan interaksi sosial yang lebih baik. hal ini perlu memperoleh perhatian khusus di sekolah yakni dapat dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling.

Upaya bimbingan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa dapat diberikan melalui bimbingan kelompok. Teknik bimbingan kelompok yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah ialah melalui teknik sosiodrama. Karena teknik sosiodrama dipandang dapat membantu siswa untuk meningkatkan hubungan interpersonal sesuai dengan salah satu tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi sosial yaitu memiliki kemampuan interaksi sosial.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  keefektifan teknik sosiodrama   untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Laboratorium UM. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa VII SMP Laboratorium UM.

Rancangan penelitian yang digunakan ini adalah pre experimental dengan metode One Grup Pretest-posttest design. Subjek penelitian  adalah 10 orang siswa kelas VII SMP Laborartorium UM. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji wilcoxon.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Laboratorium UM. Hal ini terbukti dilihat dari hasil pengujian hipotesis diketahui nilai beda (z) sesudah dan sebelum treatment adalah Z = -2,805 dan nilai signifikansinya (2-tailed) adalah 0,005. Nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (nilai asyim.sig 0,05) menunjukkan bahwa HO ditolak dan H1 diterima.

Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada guru  bimbingan  dan konseling  diharapkan dapat menerapkan  layanan  bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama  pada kegiatan  bimbingan  dan  konseling di sekolah  sebagai  upaya  mengatasi masalah-maslaah  sosial  yang dialami peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya yaitu bisa menggunakan kelompok kontrol sebagai perbandingan dengan kelompok eksperimen. Peneliti juga bisa menggunakan variabel lain yang mempengaruhi peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal.