SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA RESOLUSI KONFLIK DAN KESIAPAN MENIKAH PADA USIA DEWASA MUDA DI KABUPATEN PASURUAN

wahyu anita

Abstrak


ABSTRAK

 

Anita, Wahyu. 2018. Hubungan Antara Resolusi Konflik dan Kesiapan Menikah Pada Usia Dewasa Muda di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si, Pembimbing (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.

 

Kata Kunci: resolusi konflik, kesiapan menikah, usia dewasa muda

Tugas perkembangan pada usia dewasa muda salah satunya adalah membina rumah tangga atau menjalin sebuah pernikahan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah adalah resolusi konflik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara resolusi konflik dan kesiapan menikah pada usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang usia dewasa muda di wilayah Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala resolusi konflik dan skala kesiapan menikah, dengan reliabilitas 0,854 dan 0,908. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan memiliki kesiapan menikah dalam kategori sedang 75% dan mendapat resolusi konflik dalam kategori sedang 71,7%. Terdapat hubungan positif antara resolusi konflik dan kesiapan menikah, dengan nilai rxy= 0,314, p-value = 0,015 ( p < 0,05 ).

Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi subjek peneltian, diharapkan dapat mengikuti bimbingan pranikah untuk mencapai pernikahan yang sukses dan bahagia dan juga diharapkan dapat memaksimalkan layanan bimbingan pranikah yang telah disediakan oleh lembaga-lembaga penyelenggara layanan bimbingan pranikah. Bagi Instansi terkait pernikahan diharapkan lebih mengutamakan layanan bimbingan pranikah karena untuk mengurangi tingkat perceraian yang disebabkan oleh kurangnya kesiapan menikah. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas subjek penelitian karena dalam penelitian ini terbatas pada usia 20-30 tahun dan hanya pada wilayah kabupaten Pasuruan, untuk selanjutnya sebaiknya peneliti lebih memperluas wilayah pengambilan data sehingga dapat mewakili lebih banyak populasi.