SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Teknik Storytelling untuk Meningkatkan Respectful Mind Siswa SMP

Anggiet Prasetya

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci: respectful mind; storytelling, Siswa SMP

Keterampilan yang mencakup bidang sosial seperti sosialisai, berkelompok serta saling bergantung pada sesama merupakan salah satu keterampilan pikiran merespek (respectful mind) . Respectful mind adalah keterampilan berpikir yang menekankan pada penerimaan, penghargaan, dan penghormatan terhadap perbedaan dengan tetap menghargai pandangan dan keyakinan diri sendiri.Tiga komponen respectful mind yang harus dimiliki manusia sejak dini yaitu (1) menerima dan menghargai orang lain, (2) empati, dan (3) kerjasama. Salah satu dari lima keterampilan berpikir yang berguna bagi masa depan dan harus dimiliki manusia sejak dini adalah respectful mind.  Hal tersebut menyebabkan perlu teknik atau metode yang tepat untuk membantu meningkatkan respectful mind siswa.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan teknik storytelling untuk meningkatkan respectful mind siswa SMP, berisi serangkaian kegiatan dan materi yang disusun secara sistematis untuk konselor. Teknik storytelling dapat digunakan oleh konselor sebagai media dalam layanan bimbingan. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah Borg & Gall . Prosedur yang dilaksanakan adalah (1) pengumpulan informasi (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk, (4) uji coba produk, (5) revisi produk, (6) hasil produk penelitian. Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan yang dikembangkan menjadi instrumen skala penilaian oleh peneliti untuk memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dan uji coba calon pengguna. Uji coba produk awal telah dilakukan oleh dua dosen ahli materi dan ahli mediaU uji calon pengguna produk dilakukan oleh konselor serta uji kelompok kecil diuji cobakan pada siswa. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan melihat rata-rata setiap aspek, serta hasil berupa saran dianalisis secara deskriptif.

Berdasarkan hasil uji materi dan ahli media oleh dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling, uji calon pengguna produk oleh konselor serta uji kelompok kecil pada siswa, menunjukkan produk yang dikembangkan layak digunakan. Kemudian, data deskriptif berupa saran dari penguji digunakan sebagai pertimbangan dalam revisi produk.

Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk panduan teknik storytelling telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Untuk mengetahui efektifitas dan kelayakan panduan ini, perlu dilakukan uji eksperimen dengan kelompok terbatas.