SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR BERDASARKAN STATUS PENERIMAAN DAN PENOLAKAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DI SMAN 8 MALANG

RITA IRAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Irawati,Rita. 2018. Perbedaan Motivasi Belajar Berdasarkan Status Penerimaan dan Penolakan Sosial Teman Sebaya di SMAN 8 Malang. Skripsi.Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

Kata Kunci :Motivasi Belajar, Status Penerimaan Sosial, Status Penolakan Sosial

Penerimaan dan penolakan mungkin akan terjadi ketika anak di masa remaja bergabung dengan teman sebayanya. Dukungan dan pengakuan dari teman sebaya pada saat remaja sangat dibutuhkan sebagai salah satu motivasi belajar siswa.Siswa akan menampakan gairah yang tinggi dalam belajar karena memiliki hubungan interpersonal yang akrab dengan teman sebaya.

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan(1) motivasi belajar berdasarkan status penerimaan teman sebaya, (2) motivasi belajar berdasarkan status penolakan teman sebaya,dan (3) mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang.Hipotesis penelitian adalah ada perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan dekriptif-komparatif.Populasi dalam penelitian siswa kelas XI SMAN 8 Malang tahun ajaran 2017/ 2018 yang berjumlah 142 siswa terdiri dari 5 kelas.Sampel penelitian seluruh anggota populasi yang ada sejumlah 142 siswa.Variabel penelitian terdiri motivasi belajar sebagai variabel dependen,status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya sebagai variabel independent.Instrumen pengumpulan data menggunakan angket sosiometri dan inventori motivasi belajar.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif.Analisis komparatif menggunakan uji independent sample t-test.

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum siswa yang diterima oleh teman sebayanya pada kategori banyak (78,4%)memiliki tingkat motivasi belajar tinggi.Demikian juga siswa yang ditolak oleh teman sebayanya pada kategori banyak (77,4%)memiliki tingkat motivasi belajar tinggi.Sedangkan hasil analisis uji t menunjukan nilai t padaequal variance assumed adalah 0,958 dengan nilai signifikansi (Sig) 0,340 > 0,05. Hal ini berarti tidak ada perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang.

Berdasarkan hasil penelitian konselor disarankan memberikan layanan bimbingan dan konseling bidang belajar dan sosial untuk mengembangkan motivasi belajar pada kedua kelompok siswa dan latihan ketrampilan sosial pada siswa yang ditolak.Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian kualitatif tentang faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajarsiswa di sekolah.