SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IDENTITAS KARIER GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER 9STUDI FENOMENOLOGI)

ARNI LAILA

Abstrak


ABSTRAK

 

Lahirnya generasi baru yang membawa tipikal serta karakteristik berbeda dalam banyak sektor menjadikan ciri khas dari setiap generasi. Mereka yang juga disebut sebagai digital native terlahir dari tahun 1995 hingga 2010. Saat ini mereka mulai menginjak masa akhir anak-anak kemajuan teknologi dan informasi semakin pesat serta mudah untuk diakses. Ternyata dari kemajuan teknologi dan informasi tersebut membawa pengaruh sangat besar pada pola berpikir generasi Z serta hubungan kedekatan dengan para orang tua yang semakin demokratis.

Fenomena yang terjadi pada generasi Z juga sangat berpengaruh di dunia pendidikan. Apalagi dalam ranah bimbingan dan konseling karier. Generasi Z sudah sedari awal merancang perencanaan kariernya dengan identitas yang menjadi background mereka. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui identitas diri, identitas karier, dan identitas spiritual generasi z yang penting untuk dipaparkan pada khalayak umum dalam mengetahui potensi terbaik dari para digital native. Kaitannya dengan konteks tersebut yakni peranan Bimbingan dan Konseling sebagai wadah bagi peserta didik.

Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologi untuk memahami makna dari setiap peristiwa yang ada pada subjek yakni generasi Z. Teknik yang digunakan dengan observasi dan wawancara. Analisis yang dilakukan yakni pertama reduksi fenomenologi di mana peneliti memaparkan dan menganalisis data yang telah didapat dari lapangan. Langkah kedua yakni reduksi editik, upaya dalam menafsirkan seluruh data yang telah didapat dan terakhir reduksi transedental atau temuan penelitian.

Hasil yang didapat yakni bahwa generasi Z memiliki identitas diri sebagai individu yang optimis, mandiri, open mind, dan multitasking. Sedangkan identitas karier generasi Z yakni bekerja dengan passion, memiliki jiwa wirausaha, dan daya juang yang tinggi. Kemudian ditemukan bahwa identitas spiritual generasi Z yakni taqarab ilallah, istiqomah, dan bisa bermanfaat bagi sesama. Melalui temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa generasi Z dapat berjalan dengan seimbang antara urusan duniawi dan akhirat. Generasi Z mampu mengenali diri sendiri, potensinya, dan upaya dalam mendekat pada sang pencipta. Hal tersebut terkemas dalam identitas diri, identitas karier, serta identitas spiritual generasi Z. Ketiga hal tersebut sangat berimplikasi pada peran bimbingan dan konseling karier baik berupa pemahaman maupun metode dalam pelayanannya.  

Berdasarkan hasil temuan penelitian maka guru BK disarankan untuk membantu mengembangkan layanan untuk menggali potensi dari generasi Z melalui identitas diri, identitas karier, dan identitas spiritualnya. Saran tersebut guna membantu mengoptimalkan para generasi Z untuk lebih berkarya melalui passionnya. Bagi peniliti yang selanjutnya dapat menjadi referensi mengenai generasi Z.