SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Panduan Pelatihan Pengenalan Diri Siswa SMA untuk Konselor

IQLIMA .

Abstrak


ABSTRAK

 

Iqlima. 2010. Panduan Pelatihan Pengenalan Diri Siswa SMA untuk Konselor. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.  (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

Kata kunci: pengenalan diri, panduan, bimbingan dan konseling

Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas X-3 di SMA Negeri 1 Malang, yaitu siswa memiliki pengetahuan yang kurang terhadap dirinya sendiri. Hal tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang belum bisa mengerjakan tugas-tugas modul BK yang terkait dengan pemahaman dirinya dengan baik, siswa kesulitan untuk menyebutkan sifat-sifat yang dimilikinya, kesulitan menggambarkan dirinya (konsep diri) dan mengalami kesulitan untuk mengenali perubahan emosi pada dirinya sendiri. Konselor dalam membimbing siswa mengenali dirinya tidak cukup hanya dengan memberikan informasi saja, tetapi juga dibutuhkan praktik langsung dalam bentuk pelatihan pengenalan diri agar bimbingan menjadi lebih efektif. Sementara bimbingan pengenalan diri di BK SMA Negeri 1 Malang diberikan dalam bentuk pemberian informasi secara ceramah (ekspository) dan mengerjakan tugas dimodul sehingga peneliti mengembangkan panduan pelatihan pengenalan diri siswa SMA untuk konselor.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan panduan untuk konselor mengenai pelatihan pengenalan diri Siswa SMA. Panduan pelatihan ini dapat membantu konselor dalam memberikan pelatihan pengenalan diri kepada siswa.  

Rancangan pengembangan penelitian ini mengadaptasi model research and development yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983). Tahap-tahap pengembangan ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan, yang terdiri dari pelaksanaan penilaian kebutuhan (need assessment), menganalisis data dan menetapkan proritas kebutuhan, serta merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus panduan pelatihan. Tahap kedua adalah menyusun prototipe panduan pelatihan pengenalan diri siswa SMA untuk konselor. Tahap ketiga adalah evaluasi, yang terdiri dari penilaian produk oleh ahli BK, revisi produk berdasarkan penilaian ahli BK, penilaian produk oleh calon pengguna produk dan revisi produk berdasarkan penilaian calon pengguna produk. 

Produk yang peneliti kembangkan adalah panduan pelatihan pengenalan diri siswa SMA untuk konselor yang terdiri dari tiga aspek pengenalan diri, yaitu pengenalan sikap diri, emosi diri, dan konsep diri. Teknik yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah (ekspository), latihan pengenalan sikap introvert-ekstrovert dan latihan pengungkapan diri. Berdasarkan penilaian ahli terhadap produk didapatkan data bahwa panduan pelatihan ini termasuk memiliki kategori sangat tepat, sangat menarik dan sangat efisien. Sementara berdasarkan penilaian produk oleh calon pengguna produk (konselor) didapatkan data bahwa panduan pelatihan ini termasuk memiliki kategori sangat tepat, sangat menarik dan sangat efisien sehingga panduan pelatihan ini layak untuk dijadikan panduan bagi konselor SMA dalam memberikan pelatihan pengenalan diri kepada siswa.

Penelitian ini dilaksanakan sampai pada penilaian oleh ahli dan calon pengguna produk, sehingga peneliti selanjutnya dapat mengujicobakan produk ini ke lapangan (siswa) untuk mengetahui efektivitas dari panduan pelatihan ini. Selain itu, peneliti yang lain dapat mengembangkan aspek pelatihan pengenalan diri yang lainnya sebab produk yang peneliti kembangkan ini terbatas untuk mengenali aspek pengenalan sikap diri, emosi diri, dan konsep diri siswa.

Sementara untuk konselor dapat mempergunakan panduan pelatihan ini dalam membantu siswa mengenali dirinya sendiri, khususnya dalam mengenali sikap diri, emosi diri, dan konsep diri siswa. Konselor juga dapat menerapkan pelatihan ini dalam model PTK sehingga konselor dapat mengembangkan produk ini.

 


Teks Penuh: DOC PDF