SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pola Asuh Otoriter, Demokratis, dan Permisif terhadap Kepercayaan Diri Siswa di SMA Laboratorium UM

Andriani Wahyuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuni, Andriani. 2018. Pengaruh Pola Asuh Otoriter, Demokratis, dan Permisif terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

Kata Kunci: Kepercayaan diri, pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, pola asuh permisif

                                             

            Kepercayaan diri adalah keyakinan individu yang memberikan pengaruh secara internal maupun eksternal kepada diri sendiri, sehingga ia memiliki perasaan serta anggapan bahwa dirinya dalam keadaan baik dan memungkinkan ia untuk tampil dan berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi mampu mencintai dirinya, memiliki pemahaman diri yang baik, memiliki tujuan yang jelas serta berpikiran positif, sehingga ia terampil berkomunikasi, bersikap tegas, memiliki penampilan diri yang meyakinkan, dan memiliki pengendalian perasaan yang baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif terhadap kepercayaan diri siswa SMA kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dengan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian sejumlah 271 orang yang terdiri dari siswa kelas X jurusan IPA, IPS, IBB, dan ICP SMA Laboratorium UM tahun pelajaran 2017/2018. Sampel sebanyak 111 orang yang terdiri dari seluruh kelas X yang diambil dari IPA 1 (30 orang), IPA 3 (32 orang), IPS 1 (28 orang), dan ICP (21 orang) diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan inventori kepercayaan diri, kuesioner pola asuh otoriter, kuesioner pola asuh demokratis, dan kuesioner pola asuh permisif. Untuk menguji kelayakan instrumen penelitian menggunakan uji validitas faktor dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh otoriter berpengaruh signifikan sebesar 0,170 terhadap kepercayaan diri, (2) pola asuh demokratis berpengaruh signifikan sebesar 0,749 terhadap kepercayaan diri, (3) pola asuh permisif berpengaruh signifikan sebesar 0,103 terhadap kepercayaan diri, (4) berdasarkan nilai Fhitung sebesar 277,738, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan (tanda +) satu satuan skor pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif akan meningkatkan kepercayaan diri. Artinya, semakin tinggi pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif yang diterapkan orangtua kepada siswa maka semakin tinggi tingkat kepercayaan diri yang dimiliki siswa.

Pola asuh yang berpengaruh paling besar terhadap kepercayaan diri adalah pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling baik, terdapat komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Orangtua membimbing perilaku anak, dengan menjelaskan maksud dan tujuan aturan-aturan yang diberlakukan. Orangtua memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan dan mengembangkan pendapat ide dan pemikirannya setiap ada permasalahan. Di sisi lain, orangtua juga memperhatikan anak dengan melihat tugas-tugas sekolahnya dan mengingatkan apabila anak tidak mengerjakannya. Melalui pengasuhan demokratis anak akan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dikemukakan saran sebagai berikut: (1) membantu orangtua untuk mengetahui pola asuh yang baik untuk anak. Karena pengasuhan orangtua sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak terutama kepercayaan dirinya. Setelah orangtua mengetahuinya, maka dapat diterapkan kepada anak, (2) memberikan pemahaman kepada anak mengenai bentuk pola asuh yang bisa berdampak positif terhadap kepercayaan dirinya, (3) membantu konselor sebagai bahan masukan yang bisa dipergunakan dalam merancang layanan Bimbingan dan Konseling terutama layanan bimbingan pribadi berupa pemahaman kepada orangtua mengenai penerapan pola asuh yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, (4) bagi sekolah sebagai bahan masukan agar membuat program tentang pentingnya kedekatan antara orangtua, siswa, dan guru-guru di sekolah untuk peningkatan kepercayaan diri siswa yang akan berpengaruh terhadap proses belajarnya, (5) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian terkait dengan variabel-variabel yang lain dan sampel yang digunakan lebih luas.