SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Asertif Sebagai Upaya Mencegah Bullying

Indri Agustina

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustina, Indri 2018. Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Asertif Sebagai Upaya Mencegah Bullying. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.

Kata Kunci : sosiodrama, keterampilan asertif, siswa SMP

Masa remaja merupakan masa perkembangan yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosio-emosional. Goncangan-goncangan yang terjadi pada masa remaja berhubungan dengan perubahan emosional. Pada masa ini, remaja cenderung memiliki resiko tinggi terjadi kenakalan dan kekerasan baik sebagai korban maupun pelaku kekerasan. Perilaku kekerasan yang dilakukan remaja dikenal dengan istilah bullying. Pada umumnya siswa yang mengalami tindakan bullying adalah siswa yang memiliki keterampilan asertif rendah. Maka dari itu, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah bullying adalah dengan meningkatkan keterampian asertif. Keterampilan asertif dapat ditingkatkan dengan salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling yaitu sosiodrama. Sosiodrama merupakan permainan peranan yang didalamnya terdapat langkah-langkah yang meliputi pelaksanaan, skenario, rambu-rambu pemain, dan refleksi. Dari langkah-langkah tersebut, langkah yang terpenting atau inti dalam permainan sosiodrama adalah refleksi. Melalui refleksi, subjek penelitian dituntun untuk memahami sikap dan tingkah laku sesuai yang dilakukan siswa dalam hubungan sosial disekolah maupun dimasyarakat. Selain itu, siswa juga dituntun untuk belajar mengenai kemungkinan permasalahan yang terjadi di lingkungannya dan memberikan kesempatan pada siswa untuk merespon secara tepat. Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji keefektiifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan asertif sebagai upaya mecegah bullying.

 Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan desain time series (desain rancangan waktu). Subjek penelitian adalah siswa disalah satu SMP di kota Malang yang bejumlah tigabelas siswa. Subjek ditentukan melalui kegiatan pengisian inventori keterampilan asertif. Subjek penelitian diperoleh melalui teknikpurposive sampling. Dalam penelitian ini perlakuan yang digunakan berupa teknik sosiodrama yang dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan. Bahan perlakuan yang dieksperimenkan adalah hasil pengembangan yang dilakukan oleh Sari (2016). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tigabelas memiliki skor keterampilan asertif rendah. Siswa yang memiliki keterampilan asertif rendah setelah diberikan perlakuan berupa sosiodrama mengalami peningkatan keterampilan asertif. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan adanya perbedaan selisih skor keterampilan asertif dari pre-test ke post-test 1 dan ke posttest 2. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan asertif sebagai upaya mencegah bullying.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan kepada konselor sekolah untuk menggunakan teknik sosiodrama dalam meningkatan keterampilan asertif sebagai upaya mencegah bullying karena sudah teruji keefektifanya.