SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Penggunaan Media Anime (Animasi Jepang) Ansatsu Kyoushitsu untuk Peningkatan Motivasi Berprestasi Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Mantup Lamongan

Arman Pinardi

Abstrak


ABSTRAK

 

Perkembangan teknologi yang merambah dunia pendidikan, saat ini keaktifan siswa dan kreatifitas individu sangat dipentingkan kelangsungan kegiatan akademik siswa. Hal ini menimbulkan banyak persaingan yang terjadi untuk menjadi yang terbaik. Tingginya angka persaingan antar siswa dalam meraih prestasi menuntut siswa untuk cepat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Siswa yang kurang dalam memiliki semangat untuk bersaing cenderung menyerah dengan keadaan.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keefektifitasan  media anime untuk peningkatan motivasi berprestasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Mantup Lamongan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen Pre-Experimental bentuk One-Group Pretest-Posttest Design.

Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan inventori motivasi berprestasi. Teknik analisis data mengguanakan analisis statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon.

 

Analisis data dengan perhitungan uji Wilcoxon yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu nilai z sebesar -3,627 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 dapat disimpulkan bahwa media anime efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Saran bagi penelitian selanjutnya Konselor sekolah hendaknya melakukan layanan bimbingan kelompok menggunakan media anime atau film animasi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa secara berkala dengan mempertimbangkan kasus-kasus sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi siswa,  selain konselor juga perlu mempertimbangkan waktu pelaksanaan pelatihan agar dapat berjalan secara efektif dengan terlaksananya semua tahapan dapat tercapai dengan maksimal. Peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan treatment namun kelompok kontrol hanya menerima pretes dan postes, hasil pada kelompok kontrol akan dibandingkan dengan hasil pada kelompk eksperimen yang menerima treatment sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat karena dapat membandingkan kelompok yang telah diberikan treatment dan kelompok yang tidak diberikan treatment.