SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Bimbingan dengan Teknik Outbound untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMP

Aulia Rachmadinna

Abstrak


Adversity quotient merupakan kecerdasan seseorang dalam menghadapi rintangan atau kesulitan secara teratur, yang dapat memperbaiki respon individu terhadap kesulitan. Adversity quotient membantu individu memperkuat kemampuan dan ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari seraya tetap berpegang teguh pada prinsip dan impian tanpa memperdulikan apa yang sedang terjadi. Proses peningkatan adversity quotient ini meliputi empat dimensi yaitu control atau kendali, origin dan ownership, reach serta endurance. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Laboratorium UM diketahui permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar siswa dalam menghadapi tantangan atau kesulitan ini adalah siswa cenderung pesimis dengan kemampuan yang dimiliki dalam menghadapi kesulitan dan pemecahkan masalah. Selain itu, ketidaksiapan siswa untuk menghadapi kegagalan pada saat belajar maupun berinteraksi dengan teman di sekolah menjadi masalah yang belum terselesaikan. Masalah individu yang kompleks ini membutuhkan bimbingan secara kreatif sehingga individu lebih mudah menemukan solusi atas tantangan atau kesulitan yang dihadapi.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan dengan teknik outbound untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMP. Penelitian ini menggunakan model pendekatan pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi, tahapan tersebut adalah (1) perencanaan; indentifikasi kebutuhan, (2) pengembangan produk awal; penyusunan tujuan dan penyusunan prototype produk; (3) uji coba produk; (4) revisi produk; (5) penyajian produk penelitian. Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan yang dikembangkan menjadi instrumen penilaian oleh peneliti. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji lapangan terbatas dilakukan oleh calon pengguna produk yaitu konselor.

Berdasarkan hasil uji ahli materi oleh Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling diperoleh skor total 123 dengan rata-rata 3,46 dan ahli media oleh Dosen Jurusan Teknologi Pendidikan diperoleh skor total 93 dengan rata-rata 3,90. Hal ini menunjukan bahwa paket bimbingan yang dikembangkan mempunyai indeks dengan validitas yang tinggi, yaitu layak digunakan. Sedangkan data deskriptif pada lembar saran disajikan sebagai pertimbangan dalam revisi produk.Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk paket pengembangan bimbingan dengan teknik outbound untuk meningkatkan adversity quotient telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Untuk mengetahui keefektifan paket bimbingan ini, disarankan bagi konselor dan peneliti lain untuk dapat melakukan uji eksperimen dengan kelompok terbatas.