SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Konflik Peran Ganda dan Kinerja di Lingkungan Kerja pada Ibu yang Bekerja di RSUD Blambangan, Banyuwangi

Henni Anggraini

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggraini, Henni. 2010. Hubungan Konflik Peran Ganda dan Kinerja di Lingkungan Kerja pada Ibu yang Bekerja di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi.

Kata kunci : konflik peran ganda, kinerja, ibu bekerja.

 

            Ibu bekerja, mengalami konflik peran karena dituntut untuk melaksanakan peran sebagai ibu, istri di rumah dan pegawai di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana konflik peran ganda (2) kinerja, dan (3) hubungan konflik peran ganda dan kinerja pada ibu bekerja di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Rancangan yang digunakan adalah korelasional. Data dikumpul dari subjek 68 perawat yang sudah berkeluarga, dengan menggunakan Skala Konflik Peran Ganda dan Skala Kinerja yang masing-masing item memiliki validitas > 0.361, dan reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0.931 dan 0.955. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat konflik peran ganda pada kategori sedang 45.59%, kategori rendah 32.35%, dan kategori tinggi 22.06% (2) tingkat kinerja pada kategori sedang 70.59%, kategori rendah 17.65%, kategori tinggi 11.76%, dan (3) ada hubungan negatif antara konflik peran ganda dan kinerja di lingkungan kerja pada ibu bekerja (rxy = -0.556 ) signifikansi < 0.05, berarti semakin tinggi konflik peran ganda maka semakin rendah kinerja, sebaliknya semakin rendah konflik peran ganda maka semakin tinggi kinerja pada ibu bekerja. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) instansi melaksanakan penilaian kinerja secara berkala untuk mengetahui aspek-aspek konflik peran ganda karyawan untuk menentukan (a) pelatihan manajemen konflik, (b) kebijakan persahabatan keluarga yaitu waktu kerja yang flexible, jadwal kerja alternatif, rotasi, pembagian kerja, menyediakan tempat penitipan anak dan ruangan menyusui, (2) bagi ibu bekerja agar menerapkan manajemen diri dengan mengenali diri sendiri, mengetahui seberapa tinggi toleransi terhadap stres dan menghindari hal-hal yang dapat menambah persoalan, ketika mulai mengalami tekanan diatasi dengan melakukan kegiatan atau hobi yang disukai, rileks, dan tetap berpikir positif, (3) bagi peneliti selanjutnya agar memperluas ruang lingkup penelitian baik variabel maupun populasinya untuk digunakan sebagai acuan penelitian yang akan datang, dan (4) bagi suami agar memberikan dukungan moril dan emosional terhadap pekerjaan istri dengan memberikan perhatian dan pengertian yang ditunjukkan dengan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan membantu mengurus anak-anak.


Teks Penuh: DOC PDF