SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Coping Pada Remaja yang Mengalami Pelecehan Seksual

Karina Rizki Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati, Karina Rizki. 2010. Strategi Coping pada Remaja yang Mengalami Pelecehan Seksual. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Diyah Sulistyorini, M. Psi

Kata kunci: strategi coping, pelecehan seksual

Dampak enam bulan pertama setelah suatu pemerkosaan atau pelecehan seksual lain pada wanita menunjukkan tingkat depresi, kecemasan, kekagetan yang tinggi dan menunjukkan tanda lain distress emosional. Stress yang timbul sebagai akibat perubahan pola kehidupan seseorang akan mendorong munculnya perilaku coping. Penelitian ini bertujauan untuk mengetahui dan mengungkap strategi coping yang digunakan pada remaja yang mengalami pelecehan seksual (Burt dalam Suyanto, 2001).

Strategi coping merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. Faktor yang menentukan strategi mana yang paling banyak atau sering digunakan sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya (Lazarus & Folkman dalam Nadiroh, 2006).

Penelitian ini dilakukan di SMA Laboratorium UM, dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah remaja yang pernah dan sedang mengalami pelecehan seksual yang diwakili oleh siswi kelas XI SMA Laboratorium UM sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah puposive sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala pelecehan seksual dan angket strategi coping dengan menggunakan model penskalaan Likert. Dari hasil uji coba diperoleh 25 dan 22 butir item valid dengan reliabilitas sebesar 0,885 dan 0,86. Teknik analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) sebagian besar siswi mengalami pelecehan seksual dengan tingkat sedang yaitu sebanyak 32 orang (71%). 2) sebagaian besar siswi yang mengalami pelecehan seksual lebih cenderung menggunakan problem focused coping strategy yaitu sebanyak 32 orang (71%). 3) siswi yang mengalami pelecehan seksual tingkat berat cenderung menggunakan emotion focused coping strategy yaitu sebanyak 8 orang (18%), siswi yang pelecehan seksual tingkat sedang cenderung menggunakan  problem focused coping strategy yaitu sebanyak 32 orang (71%), dan siswi yang mengalami pelecehan seksual tingkat ringan cenderung menggunakan avoidant coping strategy yaitu sebanyak 5 orang (11%).

            Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja hendaknya dapat mengelola emosi dengan lebih baik agar dapat mengatasi dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress dengan menggunakan strategi coping yang tepat untuk mengatasinya. Penggunaan strategi coping yang tepat akan lebih efektif untuk mengatasi masalah-masalah yang menimbulkan stress. Emotion focused coping strategy adalah strategi coping yang paling tepat dan sesuai untuk mengatasi stress akibat dari pelecehan seksual yang dialami oleh remaja.


Teks Penuh: DOC PDF