SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengekspresian Cinta Melalui Media Tulisan: Sebuah Studi Fenomenologi pada Siswa SMP Pancadarma Malang

Intan Imaningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Imaningtyas, Intan. 2017. Pengekspresian Cinta Melalui Media Tulisan: Sebuah Studi Fenomenologi pada Siswa SMP Pancadarma Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. H. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: fenomenologi, pengekspresian jatuh cinta, media tulisan (coretan)

 

Cinta memiliki definisi dan substansi yang berbeda untuk setiap orang, tergantung dari bagaimana ia mengartikan konsep cinta dan mengekspresikan perasaan tersebut. Untuk memahami kompleksitas perilaku jatuh cinta pada remaja, maka fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perilaku jatuh cinta dan juga mengetahui bentuk pengekspresian jatuh cinta melalui media tulisan pada siswa SMP.Penelitian ini dilakukan di SMP Pancadarma Malang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian dipilih dengan metode purposivesampling,sementara pengambilan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi (dokumen resmi dan dokumen pribadi), observasi, wawancara, foto, dan pengalaman hidup (life history). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan prosedur analisis data fenomenologi, kemudian diuji untuk menentukan credibility, transferability, dependability, dan confirmability dari data yang bersangkutan.

Cinta direfleksikan siswa SMP Pancadarma Malang dalam bentuk perilaku pacaran, yaitu hubungan yang dimaknai sebagai aktifitas berduaan, bersenang-senang namun juga saling memahami dan memberikan dukungan kepada pasangan. Kedewasaan adalah hal yang dipertimbangkan siswa dalam mencari pasangan, merujuk kepada cara berpikir, cara bersikap, dan cara memperlakukan pasangan dengan penuh pemahaman, bimbingan, serta pengorbanan. Meskipun dari semua karakteristik tersebut, penampilan fisik adalah hal yang lebih dipertimbangkan dalam memilih pasangan. Sikap dewasa itu pula yang membuat pacar memegang peranan vital dalam dunia remaja masa kini, bahkan keberadaannya sanggup menggeser peran dari sahabat.

Cinta dapat diekspresikan secara langsung (lisan dan tindakan) maupun tidak langsung (tulisan). Menulis dipilih sebagai cara mengungkapkan cinta karena cara ini menyimbolkan ketulusan, perjuangan, dan pengorbanan layaknya hakikat dari cinta itu sendiri. Pengekspresian cinta melalui tulisan dapat diklasifikasikan menjadi media tulisan, bentuk tulisan, serta konten penulisan. Dari ketiga hal tersebut, didapat dua karakteristik utama pengekspresian cinta melalui tulisan, yaitu cinta yang diekspresikan dalam bentuk karya dan cinta yang diekspresikan dalam bentuk perilaku vandal. Sebagai hal yang sarat akan estetika, tentunya vandalisme bukan lagi bertujuan untuk mengekspresikan cinta melainkan hanya untuk eksistensi semata. Selain mengarahkan pada tindakan vandalisme, cinta yang sekuler dapat mendorong remaja untuk berperilaku impulsif,melakukan tawuran, sampai dengan seks bebas. Intervensi yang dilakukan oleh sekolah sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan cara-cara responsif berupa pemberian nasihat, pressing secara fisik, dan doa khusus. Sebuah cara primitif yang seharusnya dapat digantikan dengan program bimbingan dan konseling yang komprehensif.

 

 

 

ABSTRACT

 

Imaningtyas, Intan. 2017. Teenegers Love Expression in Words: A Phenomenology of Pancadarma Junior High School Malang. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, the State University of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. H. Triyono, M.Pd.

 

Keywords: phenomenology, expression of love, writing media (graffiti)

 

Love has a definition and substance that is different for each person, depending on how they defines the concepts of love and express feelings. To understand the complexity of behavior falls in love with a teenagers then focus problem in this research is to know the patterns of behavior fall in love and also know the forms of expression fal in love through the media writing at the Junior High School students. This research was conducted at the Junior High School Pancadarma Malang, using qualitative approaches as well as the type of research the Phenomenology. Informant research selected by purposing sampling method, while the data retrieval is performed with the techniques of study documentation (documents official and private documents), observation, interviews, photos, and life history. The data collected is analyzed using data analysis procedure of phenomenology, then tested to determine credibility, transferability, dependability, and confirmability of the data concerned.

Love the wretched Pancadarma Junior High School students is reflected in the form of dating behavior, i.e., a relationship that is meant as a tandem, have fun activities but also mutual understanding and give support to the mate. Maturity is considered students in finding a mate, refer to how to think, how to behave, and the way it treats couples with the full understanding, guidance, as well as sacrifice. In spite of all these characteristics, physical appearance is more considered in choosing a partner. The adult attitude that makes the girlfriend role vital in the world of today's teenagers, even its existence was able to shift the role of best friend,

Love can be expressed directly (oral and action) or indirectly (the writings). Selected writing as a way of expressing the love because of the way it symbolises sincerity, struggle, and sacrifice like the nature of love itself. Expression of love through writing can be classified into media writing, writing, writing as well as content. Of the three, gained two major characteristics of the expression of love through the writing, that is the love that is expressed in the form of the work and love that is expressed in the form of behavior of vandals. As it is loaded will be aesthetic, of course vandalism no longer aims to express love but rather just for the sheer existence. In addition to directing on the action of vandalism, a secular love can encourage adolescents to behave impulsively, committing a brawl, to free sex. To solve it, the school intervenes by using responsive means of giving advice, physical pressing, and special prayer. A primitive way that should be superseded by a guiding program and comprehensive counseling.