SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal bagi siswa SMA Negeri 8 malang

Siti Maimunah

Abstrak


ABSTRAK

 

 

 

Maimunah, Siti. 2009. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Manajemen Konflik Interpersonal bagi Siswa SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Henny Indreswari, M.Pd., (2) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

 

Kata Kunci: pengembangan paket bimbingan, manajemen konflik interpersonal, experiential learning.

 

 

            Konflik adalah sesuatu yang alamiah, ia dialami orang-orang dengan latar belakang, budaya, kelas, kebangsaan, usia, jender apapun di tengah kehidupan sehari-hari. Cara-cara menyikapi konflik secara tidak tepat, seringkali berkaitan dengan cara pandang seseorang dalam melihat konflik. Menurut Weitzman & Patricia (2000) isu terpenting menyikapi konflik di masyarakat adalah bukan mencegah timbulnya konflik melainkan bagaimana mengelola konflik. Terdapat dua aspek penting yang perlu dikembangkan dalam upaya pencegahan dan penanganan konflik. Pertama, aspek kapasitas menangani konflik yang meliputi keterampilan dan pengetahuan adekuat untuk penyelesaian sekaligus pencegahan konflik. Kedua, kesadaran kritis masyarakat maupun pemerintah dalam menyelesaikan maupun pencegahan konflik.

            Berdasarkan realita bebagai konflik dan kedudukan pendidikan yang strategis, maka keterampilan manajemen konflik perlu dikembangkanpada siswa melalui berbagai jalur dan program. Cara-cara mencegah dan menyelesaikan konflik sehingga tidak berakhir destruktif dapat dilakukan dengan membekali siswa dengan keterampilan mengelola konflik.

            Untuk membantu siswa yang mengalami masalah penyesuaian sosial, perlu disusun paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal. Untuk mengaplikasikan paket bimbigan tersebut konselor membutuhkan panduan. Panduan yang berisi tentang aspek-aspek keterampilan manajemen konflik interpersonal bagi siswa. Dengan demikian maka perlu dikembangkan paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal agar dapat membantu konselor dalam memberikan layanan bimbingan di sekolah. Rumusan masalah penelitian ini adalah belum adanya paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal di SMA Negeri 8 Malang  yang tepat, layak, bermanfaat dan menarik  bagi siwa SMA.

            Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini berupa seperangkat paket Bimbingan Keterampilan Manajemen Konflik Interpersoanal siswa SMA beserta panduan pelaksanaan bimbingannya yang dapat diterima secara teoritis maupun praktis. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri dari dua jenis, yaitu (1) panduan paket keterampilan manajemen konflik interpersonal untuk konselor (2) panduan dan paket materi bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal untuk siswa.

            Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yaitu menyusun dan menguji akseptabilitas paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal bagi siswa SMA Negeri 8 Malang. Produk penelitian pengembangan ini adalah:  pedoman bagi konselor, panduan dan paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal bagi siswa.

            Pengembangan paket ini terdiri atas tiga penggalan topik materi yaitu: (1) konsep dasar konflik; (2) membangun kolaboratif negosiasi; (3) pengambilan keputusan dalam konflik. Ketiga topik tersebut didesain aplikasinya dalam akivitas pembelajaran model experiential learning (EL) oleh David Kolbs. Aplikasi model belajar EL terwujud dalam empat rangkaian aktivitas utama meliputi: aktivitas pemberian pengalaman, refleksi, konseptualisasi, dan pengalaman nyata.

            Acuan pola penelitian pengembangan mengadaptasi model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan mencakup tiga kelompok tahapan yaitu tahap pra survei, tahap penyusunan prototipe produk, tahap validasi. Ketiga tahap pengembangan itu mengikuti rangkaian langkah-langkah berikut ini: (1) melakukan need assesment; (2) menetapkan jenis keterampilan yang akan dilatihkan; (3) merumuskan tujuan; (4) menyusun prototipe paket; (5) penilaian produk/uji ahli; (6) revisi produk; (7) produk akhir.

            Analisis hasil penilaian uji ahli dan pengguna produk (konselor) menunjukkan paket memenuhi kriteria akseptabilitas, sehingga dapat digunakan sebagai paket bimbingan keterampilan manajemen konflik interpersonal bagi siswa SMA Negeri 8 Malang.

            Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar penggunaan Paket Keterampilan Manajemen Konflik Interpersonal terlaksana sesuai dengan rancangan, konselor sebagai fasilitator perlu memiliki kompetensi teknik manajemen konflik, memiliki pemahaman konflik secara menyeluruh, dan memiliki keterampilan interpersonal yang baik. Untuk menghasilkan perubahan tingkah laku yang diharapkan pada diri siswa, maka konselor perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk terus berlatih menggunakan teknik-teknik manajemen konflik interpersonal yang telah siswa pelajari di sekolah dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah agar keterampilan manajemen konflik interpersonal siswa dapat terus meningkat sehingga menjadi kebiasaan positif siswa ketika menghadapi suatu konflik dalam proses interaksinya dengan lingkungan.

            Perlu diadakan uji lapangan (siswa), sehingga Paket Bimbingan Keterampilan Manajemen Konflik Interpersonal ini benar-benar dirasakan manfaat dan kesesuaiannya pada siswa, khususnya siswa SMA. Perlu dibuat buku paket keterampilan manajemen konflik interpersonal yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Apabila Paket Keterampilan Manajemen Konflik Interpersonal ini akan digunakan oleh selain siswa SMA di kota Malang, maka perlu diadakan penyesuaian.


Teks Penuh: DOC PDF