SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Motivasi Belajar Dengan Perilaku Prokrastinasi Akadremik Siswa Kelas VII di SMP Negeri 8 Malang

Selvandry Fitra Nurgianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurgianto, Selvandry Fitra. 2017. Hubungan Motivasi Belajar dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VII di SMP Negeri 8 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Henny Indreswari, M.Pd, (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd.

 

Kata Kunci : Motivasi belajar, prokrastinasi akademik, siswa SMP

 

Ketika proses pembelajaran guru akan memberikan tugas kepada masing-masing siswa, tugas tersebut dapat dikerjakan langsung maupun sebagai pekerjaan rumah. Dalam pengumpulan tugas ada siswa yang tepat waktu dan siswa yang terlambat, serta ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas. Perilaku menunda-nunda atau prokrastinasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam maupun luar diri siswa. Faktor yang berasal dari dalam yaitu kondisi fisik dan kondisi psikologis individu sedangkan yang berasal dari luar gaya pengasuhan orang tua dan lingkungan. Motivasi belajar juga dapat menjadi dorongan bagi siswa dalam belajar sehingga dapat menekan perilaku prokrastinasi. Tujuan (1) untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa; (2) untuk mengetahui gambaran perilaku prokrastinasi akademik; (3) untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Malang dengan jumlah sampel sebanyak 167 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi belajar dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data yang  digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 80,2% dan perilaku prokrastinasi akademik siswa berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 77,2%. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar -0,505 pada signifikansi 0,000