SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Pencapaian Identitas Karier pada Masa Perkembangan Remaja: Krisis Identitas Karier Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Perspektif James E. Marcia

Maya Tsuroya Alfadla

Abstrak


ABSTRAK

 

Alfadla, Maya  Tsuroya. 2017. Proses Pencapaian Identitas Karier pada Masa Perkembangan Remaja: Krisis Identitas Karier Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Perspektif James E. Marcia. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko, M, Si., (2) Prof. Dr. Andi Mappiare-AT, M. Pd.

 

Kata Kunci: Pencapaian Identitas Karier, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Krisis, James E. Marcia.

 

Identitas karier diartikan sebagai suatu jati diri seseorang yang akan konsisten dalam kurun waktu tertentu, sedangkan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling berjati diri sebagai Konselor Pendidikan. Jati diri tersebut ternyata tidak ditemukan oleh penulis saat melaksanakan studi pendahuluan  pada salah satu kelompok Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang Angkatan 2013 Offering B. Dari data yang terkumpul, penulis tertarik untuk meneliti kelas tersebut berkenaan dengan proses pencapaian identitas kariernya.

Penelitian ini menggunakan jenis Studi Kualitatif Dasar dan Jenerik (SKDJ). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, FGD, dan dokumen. Peneliti menggunakan unit analisis data individual dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara kehendak diri dengan orang tua mampu mengelola dirinya dengan menegosiasi orang tua untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. (2) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara passion dengan pilihan kariernya mampu mengelola diri dengan mengintegrasi dan mengakomodasi keduanya, yakni passion seni budaya dan Bimbingan dan Konseling. (3) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara pengharapan dengan kenyataan karier lanjutannya mampu mengelola diri dengan mengaktualisasikan dirinya; menumbuhkan, mengembangkan dan menggunakan kemampuannya pada bidang militer.  dan Konseling, dan identitas foreclosure (komitmen tanpa krisis) untuk karier militer (4) Setiap mahasiswa telah merencanakan karier alternatif di luar dari karier bimbingan dan konseling.

Dapat disimpulkan bahwa ketiga subjek tidak memiliki identitas achievement (identitas penuh) sebagai konselor pendidikan. Saran yang dapat diberikan adalah dengan mengefektifkan layanan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3-UM) dengan prosedur layanan kepenasihatan yang melibatkan dosen penasihat akademik, layanan bimbingan fakultas/jurusan yang diberikan pihak fakultas/jurusan setelah mendapatkan rekomendasi dari dosen penasihat akademik dan layanan konseling LP3-UM yang melibatkan konselor LP3-UM. Selain itu, hendaknya mahasiswa “mawas diri” untuk segera mengambil titik balik positif atas krisis yang dialami.