SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BIMBINGAN DENGAN METODE PERMAINAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

Tiyayu Hanit

Abstrak


ABSTRAK

 

Hanit, Tiyayu. 2017. Pengembangan Media Interaktif Bimbingan dengan Metode Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.

 

Kata kunci: percaya diri, permainan simulasi, media interaktif, bimbingan dan konseling

 

Percaya diri adalah suatu keyakinan yang memandang positif terhadap diri dan sekitarnya. Kurangnya kepercayaan diri pada siswa dapat menimbulkan berbagai masalah, misalnya rasa minder, kesulitan bergaul, prestasi akademik yang kurang, dan timbulnya perilaku mencontek. Oleh karena itu, rasa kurang percaya diri perlu dicegah dengan memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa. Salah satu cara yang ditawarkan peneliti untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan memanfaatkan media interaktif bimbingan dengan menggunakan metode permainan simulasi. Alasan menggunakan media interaktif adalah karena siswa dapat termotivasi untuk mengikuti layanan bimbingan.

Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadopsi lima langkah prosedur penelitian Borg and Gall, yaitu: 1) melakukan penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji lapangan permulaan, dan 5) revisi produk. Alasan peneliti menggunakan lima langkah karena produk yang dihasilkan telah melewati tahap uji kelayakan dari ahli, sehingga produk telah layak untuk digunakan.

Data yang diperoleh dari penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari penilaian uji ahli, calon pengguna produk, dan uji kelompok siswa. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan analisis, yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan.

Produk akhir dari penelitian dan pengembangan berupa software, manual book, dadu dan name tag. Produk yang dihasilkan telah mendapatkan penilaian kelayakan dari ahli materi, ahli media, calon pengguna produk, dan sekelompok siswa. Berdasarkan penilaian tersebut diperoleh rerata aspek kegunaan sebesar 3,7, rerata aspek kemudahan sebesar 3,8, rerata aspek ketepatan sebesar 3,4, dan rerata aspek kemenarikan sebesar 3,4. Sehingga apabila keseluruhan aspek dirata-rata maka akan diperoleh rerata keseluruhan sebesar 3,6 yang berarti bahwa produk ini sangat layak untuk digunakan dalam memberikan layanan bimbingan dengan topik percaya diri.

Dalam pemanfaatannya, konselor dapat menggunakan produk yang dihasilkan sebagai alternatif media dalam memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk uji efektivitas.