SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA HOMOSEKSUAL DI KOTA MALANG

Mula Wahyu Erma Astarina

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyu Erma Astarina, Mula. 2009.Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perilaku Agresi Pada Homoseksual. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Dra. Sri Weni Utami, M.Si (2). Nur Eva, S,Psi, M.Psi

 

Kata Kunci: Kepercayaan Diri dan Perilaku Agresi

Perilaku agresi pada homoseksual merupakan fenomena yang seringkali terjadi di masa sekarang ini, seperti tindak kriminaliatas yang dilakukan oleh kaum gay dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Welinton terhadap korbannya Nopriadi. Pelaku pun mengakui jika dirinya merasa cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan pria lain (Idrus, 2001). Perilaku agresi yang dilakukan oleh kaum homoseksual sangat meresahkan masyarakat terlebih lagi perilaku tersebut dianggap perilaku yang abnormal dan menyimpang oleh masyarakat. Selain itu rasa percaya diri  pada homoseksual memegang peranan penting dalam kehidupan sosial komunitas homoseksual dan membantu individu homoseksual  dalam mengadakan hubungan dengan dunia sosialnya, antara lain sebagai dasar menjalin  relasi dengan orang lain maupun dengan sesama kaum homoseksual.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku agresi pada homoseksual di kota Malang

Kriteria subyek penelitian ini adalah homoseksual laki-laki, berdomisili di kota Malang, anggota organisasi “IGAMA” (Ikatan Gay Arema Malang) dan berusia 20-40 tahun. Berdasarkan kriteria tersebut dapat diketahui bahwa subyek penelitian ini berjumlah 43 orang.

Hasil penelitian ini menunjukkan kepercayaan diri pada homoseksual di kota Malang sebagian besar berada di kategori sedang yaitu sebesar 41,86% (18 orang), dan perilaku agresi pada homoseksual di kota Malang juga berada di kategori sedang sebesar 39,54% (17 orang). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara kepercayaan diri dengan perilaku agresi pada homoseksual di kota Malang (rxy= 0,938; p=0,000), hal ini berarti bahwa hipotesis awal yang berbunyi terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan perilaku agresi pada homoseksual di kota Malang ditolak.

Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu diharapkan para homoseksual dalam membuka diri hendaknya bukan melalui perilaku agresi tetapi melalui cara yang lebih efektif dan lebih positif seperti melakukan seminar dan pemberian informasi tentang  HIV/AIDS dan melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, sehingga dapat mengurangi pandangan negatif masyarakat terhadap kaum homoseksual. Selain itu bagi anggota masyarakat hendaknya selalu memandang positif terhadap kaum homoseksual sehingga dapat menambah kepercayaan diri para homoseksual dalam melakukan hal-hal yang lebih positif dan bukan melakukan perilaku agresi yang merugikan.