SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Konformitas Kelompok Sebaya dengan Perilaku Berpacaran Siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang

Dwi Irawati

Abstrak


Penelitian ini dilatarbelakangi perilaku berpacaran yang menyimpang atau diluar batas wajar dikalangan siswa SMK Negeri Tempursari Lumajang. Hal tersebut banyak dipengaruhi oleh lingkungan remaja atau kelompok sebaya. Remaja yang tergabung dalam kelompok sebaya harus memenuhi norma kelompok agar tidak menyimpang dan tetap dianggap dalam kelompok. Berkaitan dengan itu maka, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan konformitas dengan perilaku berpacaran pada siswa SMK Negeri Tempursari Lumajang.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan konformitas siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang, (2) Mendeskripsikan perilaku berpacaran siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang, (3) Mengetahui hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan perilaku berpacaran siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 44 orang SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan skala konformitas dan skala perilaku berpacaran dengan empat kategori respon. Pengolahan data menggunakan teknik analisis korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa SMK Negeri Tempursari memiliki tingkat konformitas dengan kategori tinggi sebesar 27%, kategori sedang sebesar 73%, dan kategori rendah sebesar 0%. (2) Siswa SMK Negeri Tempursari memiliki tingkat perilaku berpacaran dengan kategori tinggi sebesar 52%, kategori sedang sebesar 48%, dan kategori rendah sebesar 0%. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan (rxy = 0,426 , p = 0,004) antara konformitas dan perilaku berpacaran.

Disarankan kepada: (1) Pihak sekolah, hendaknya dapat menerapkan peraturan yang memuat larangan berperilaku pacaran negatif pada saat di sekolah dan memberikan sanksi yang tegas jika subjek melanggar, dengan demikian subjek dapat mengontrol diri untuk tidak konform terhadap norma berpacaran yang menyimpang. (2) Konselor, hendaknya  dapat mengurangi konformitas siswa SMK Negeri Tempursari dengan tingkatan sedang  melalui cara menumbuhkan kepercayaan diri, konsep diri, dan asertif training melalui bimbingan kelompok dengan berbagai macam teknik (teknik roleplaying, ekspository). Sedangkan penyikapan terhadap perilaku siswa yang konform pada norma berpacaran dalam kelompok , konselor dapat memberikan layanan pelatihan asertivitas sehingga subjek dapat mengambil keputusan terhadap norma kelompok yang adaptif. (3) Siswa, hendaknya mampu  mengambil tindakan pemecahan masalah yang menunjukkan sebuah perilaku adaptif yakni menunjukkan perilaku dan pola pikir yang positif dan rasional terhadap  norma-norma konformitas kelompok sebaya. Bagi remaja yang memiliki perilaku pacaran yang negatif hendaknya untuk mengontrol perilaku tersebut dengan cara-cara yang positif seperti kontrol diri yang tinggi terhadap perilaku pacaran negatif. (4) Peneliti lain, diharapkan bisa melakukan tindak lanjut penelitian, misalnya dalam hal pengembangan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta penambahan metode dalam penelitian