SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Inventarisasi Gejala-Gejala Gangguan Emosional Sebagai Indikator Autisme Anak

RISKY JULITA

Abstrak


ABSTRAK
 
Julita,  Risky.  Inventarisasi  Gejala-Gejala  Gangguan  Emosional  Sebagai Indikator Autisme Anak.  Skripsi,  Program  Studi  Psikologi.  Fakultas  Ilmu Pendidikan  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing  (1)  Drs.  Alwisol, M.Pd (II) Nur Eva, M. Psi. 
 
Kata Kunci : gejala-gejala tingkah laku gangguan emosional anak autis
 
    Studi tentang gangguan emosional dalam autisme merupakan salah satu hal yang  penting,  walaupun  hal  tersebut  bukanlah  merupakan  kekurangan  yang utama,  tetapi gejala  tersebut dapat menunjukkan  tanda-tanda awal kelainan yang kemudian  ditindaklanjuti  dengan  diagnosa  gejala  autisme.  Dari  beberapa instrumen  standar  autisme  yang  telah  ada,  dapat  disimpulkan  bahwa  aspek emosional merupakan  salah  satu aspek yang umumnya  selalu digunakan  sebagai sub-variabel  penting  sebagai  indikator  autisme. 
    Penelitian  ini  memiliki  tujuan untuk menginventarisir  gejala-gejala  gangguan  emosional  yang  dapat  digunakan sebagai  indikator  autisme  pada  anak.  Data  penelitian  dikumpulkan  dengan observasi  yang  dilakukan  secara  langsung  di  sekolah  autisme,  kemudian  diolah dengan  teknik  analisis  deskriptif  dan  dilanjutkan  dengan  Uji  Kolmogorov Smirnov.  Kriteria  subyek  dalam  penelitian  ini  adalah  mengidap  gangguan autisme, usia 5-15 tahun, dan mengikuti pendidikan di sekolah anak berkebutuhan khusus.  Subyek  dalam  penelitian  ini  adalah  50  orang,  yaitu  seluruh  siswa  di  2 sekolah  khusus  anak  autis  di  kota Malang,  yaitu  lembaga  YPAC  dan  Yayasan Bhakti Luhur.  Instrumen dalam penelitian  ini menggunakan pedoman check  list.
    Hasil penelitian ini menunjukkan 10 gejala gangguan emosional yang dipilih dan dapat  dijadikan  sebagai  indikator  autisme  anak,  antara  lain:  1)  suka  menangis berlebihan/tidak terkontrol dengan alasan yang tidak jelas dan tiba-tiba, (frekuensi [f]:21,  Value  [v]:4;  2)  jika  tidak  dituruti  kemauannya,  anak  autis  akan menangis/merengek,  (f:20,  v:3.5;  3)  suka  dengan  mainan  tertentu,  jika diganti/diambil  anak  autis  akan marah/menangis/berontak/ mendekap mainannya, (f:18, v:3.9); 4)  tidak menunjukkan perasaan  takut ketika dimarahi, (f:18, v:3.7); 5) hanya mau makan makanan tertentu, jika tidak ada makanan kesukaannya anak autis  tidak  mau  makan/marah/menangis,  (f:16,  v:3.5);  6)  suka  tertawa berlebihan/tidak  terkontrol  dengan  alasan  tidak  jelas  dan  tiba-tiba,  (f:10,  v:4.6); 7) suka menyakiti diri sendiri secara tiba-tiba, (f:9, v:4.5); 8) suka mengacak-acak barang-barang  jika  sedang  marah/dilarang,  (f:7,  v:4.6);  9)  takut  pada  benda tertentu  secara  berlebihan,  (f:7,  v:4);  10)  takut  pada  suara  tertentu  secara berlebihan,  (f:6,  v:4.2).  Disarankan  kepada  Orang  tua,  ke  10  gejala  gangguan emosional  diatas  dapat  dijadikan  indikator  autisme  anak  sehingga  deteksi  awal autis  sejak  dini,  terutama  yang  berkaitan  dengan  gangguan  emosi  anak  dapat dikenali  dengan  baik.  Kepada  para  terapis,  dapat  menjadikan  ke  10  gejala gangguan  emosional  tersebut  sebagai  pegangan  terhadap  gejala-gejala  gangguan emosional  yang  muncul  pada  anak  autis  sehingga  bisa  membantu  dalam pendidikan  dan  pengajaran  anak  autis  dan  tentunya  pula  pengajaran  yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi  anak autis. Para peneliti  selanjutnya juga  dapat  melibatkan  orang  tua  dan  pengasuh  anak  autis  dirumah  untuk memperoleh informasi sebagai hasil penelitian.

 

Teks Penuh: DOC PDF