SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN DAYA TARIK INTERPERSONAL DENGAN KETERBUKAAN DIRI PENGGUNA SITUS JEJARING SOSIAL

BAGUS PRASSETYANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

Bagus Prassetyanto. 2009. Hubungan Daya Tarik Interpersonal dengan Keterbukaan Diri Pengguna Situs Jejaring Sosial. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi

 

Kata Kunci : daya tarik interpersonal, keterbukaan diri, situs jejaring sosial, mahasiswa psikologi.

 

            Daya tarik interpersonal merupakan salah satu faktor penentu ketika seseorang ingin berhubungan dengan orang lain. Setiap individu mempunyai tingkat ketertarikan personal dalam memulai membina hubungan sosial. Puncak pengalaman psikososial ini tercapai pada masa dewasa awal, dimana individu mulai mengkristalisasikan hubungan dengan seorang individu yang paling dicintai, dipercaya, ataupun yang telah dibina sebelumnya. Daya tarik individu terhadap individu lain memicu keterbukaan yang lebih mendalam ketika sebuah hubungan dalam status lebih dari sekedar pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Daya Tarik Interpersonal dengan Keterbukaan Diri Pengguna Situs Jejaring Sosial.

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Daya Tarik Interpersonal dan Skala Keterbukaan Diri dengan menggunakan skala Likert. Analisis deskriptif  berdasarkan kategori tingkatan harga mean dan standar deviasi. Analisis korelasional menggunakan analisis statistik product moment dengan taraf signifikansi 5 % dengan bantuan SPSS 17.00 for windows.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menilai daya tarik interpersonal pada kategori sedang dengan persentase 41,7%. Sedangkan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial sebagian besar berada pada kategori sedang dengan persentase 43,7%.  Hasil analisis r  = 0,421 dengan Sig 0,000 < 0,050, menunjukkan bahwa daya tarik interpersonal mempunyai hubungan dengan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial.

Berdasarkan  hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara daya tarik interpersonal dengan keterbukaan diri mahasiswa psikologi dalam penggunaan situs jejaring sosial. Maka dari itu daya tarik interpersonal perlu terus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan agar keterbukaan diri dapat tetap terjaga. Daya tarik ini tidak hanya sebatas daripada terlihat menarik secara aspek fisik (jasmani) saja tetapi bisa dikembangkan dalam segi aspek emosi, mental, spiritual, maupun kepribadian yang baik. Selain itu diharapkan bagi peneliti lain, agar dapat memperluas penelitian ini dengan menggunakan rancangan penelitian yang berbeda, seperti rancangan penelitian kualitatif sehingga aspek-aspek yang mempengaruhi dapat terungkap lebih mendalam dan menunjukkan relevansi teori – teori yang telah ada dalam penggunaan di dunia maya.


Teks Penuh: DOC PDF