SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR: INTELIGENSI DAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SIDAYU KABUPATEN GRESIK

FIFIT PURNAMASARI

Abstrak


ABSTRAK

Purnamasari, Fifit. 2009. Hubungan Antara Faktor-faktor: Inteligensi dan Kebiasaan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M. Pd., (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M. Pd.

Kata kunci: Inteligensi, kebiasaan belajar, prestasi belajar

    Prestasi belajar sampai saat ini menjadi indikator untuk menilai tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar. Prestasi belajar yang baik dapat mencerminkan inteligensi atau merupakan cerminan untuk menilai kapasitas kecerdasan siswa. Semakin tinggi tingkat inteligensi seseorang maka tidak menutup kemungkinan akan semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai. Pada dasarnya inteligensi mempunyai hubungan yang sangat besar terhadap keberhasilan orang tersebut dalam mempelajari sesuatu. Di samping inteligensi, kebiasaan belajar juga mempunyai hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa karena kebiasan belajar siswa merupakan tolak ukur seseorang untuk memperoleh prestasi yang memuaskan. Kebiasaan belajar juga memegang peranan penting dalam prestasi belajar, kebiasaan yang berbeda-beda pada siswa akan membantu konselor untuk memberikan informasi serta memberikan perbaikan kepada siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang kurang baik, sedangkan pada siswa yang telah memiliki kebiasaan belajar yang baik, untuk tetap dipertahankan, karena pada dasarnya siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik akan menghasilkan prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki kebiasaan belajar yan kurang baik.
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel dalam penelitian ini dan mencari hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat, serta mencari hubungan secara bersama-sama antara faktor-faktor: inteligensi dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik.
    Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif dan korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik dengan jumlah sampel sebanyak 131 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan Cluser Random Sampling dan proposive sampling. Teknik penggumpulan data berupa kuisioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik regresi berganda untuk mengetahui hubungan secara bersama-sama antara faktor-faktor: inteligensi dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa dan teknik persentase untuk mendeskripsikan masing-masing variabel yang diteliti.
    Dari hasil analisis diperoleh hasil penelitian: (a) Sangat banyak siswa  kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik (85,5%) yang memiliki inteligensi normal, (b) Banyak siswa  kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik (64,2%) yang memiliki kebiasaan belajar yang baik, (c) Sangat banyak siswa  kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik (96,9%) yang memiliki prestasi belajar yang baik. (d) terdapat hubungan yang signifikan antara inteligensi dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik dengan nilai rx1y = 0,518 dengan p = 0,000; (e) terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Sidayu dengan nilai rx1y = 0,337 dengan p = 0,000; (f) terdapat hubungan antara faktor-faktor: inteligensi dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu dimana diperoleh nilai R sebesar 0,562 yang berarti secara bersama-sama hubungan antara faktor-faktor: inteligensi dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sidayu Kabupaten Gresik.
    Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi beberapa pihak. (1) Bagi konselor diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya dalam membantu siswa dalam mengatasi permasalahan yang terkait dengan hasil prestasi belajar yang dicapai siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan layanan BK yang sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh siswa. Untuk siswa yang memiliki inteligensi yang dibawah rata-rata, konselor dapat memberikan layanan bimbingan konseling yang berupa layanan informasi kepada siswa untuk belajar lebih giat lagi agar otak tetap terasah dengan baik, dan untuk siswa yang memiliki inteligensi rata-rata dan diatas rata-rata untuk tetap belajar lebih baik agar tetap mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Untuk siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang kurang baik di sekolah dan di rumah konselor dapat memberikan layanan bimbingan konseling yang bersifat perbaikan misalnya dengan memberikan layanan bimbingan belajar pada siswa baik secara individu maupun secara kelompok; sedangkan siswa yang memiliki kebiasaan belajar kurang baik dalam pemanfaatan waktu luang diluar rumah dan sekolah konselor dapat memberikan layanan informasi agar siswa dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan baik dalam belajar. Untuk siswa yang kebiasaan belajarnya sudah baik, konselor dapat memberikan layanan bimbingan konseling yang bersifat pengembangan serta memberikan pembinaan yang intensif agar siswa selalu menerapkan kebiasaan belajarnya yang baik. (2) Bagi guru dan staf sekolah juga diharapkan dapat membantu siswa dalam memperbaiki kebiasaan belajar dalam proses pembelajaran di sekolah. (3) Bagi peneliti lain yang tertarik dengan penelitian yang berhubungan dengan inteligensi dan kebiasaan belajar dengan pretasi belajar untuk meneliti sekolah yang memiliki karakteristik yang menarik, misalnya pada Sekolah Luar Biasa (SLB) dimana dalam sekolah tersebut, sebagian besar siswa memiliki inteligensi yang rendah.


Teks Penuh: DOC PDF