SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI BAGI SISWA SMK NEGERI 9 MALANG

NURUL QOMARIYAH

Abstrak


ABSTRAK

Qomariyah, Nurul. 2009. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi bagi Siswa SMK Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

Kata kunci: paket bimbingan, keterampilan komunikasi, antarpribadi, bimbingan dan konseling

 

Fenomena kurangnya penguasaan siswa SMK Negeri 9 Malang terhadap keterampilan komunikasi antarpribadi menyebabkan siswa kesulitan dalam penyesuaian sosial. Padahal penyesuaian sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh remaja. Jika tidak segera diatasi, akan berpengaruh pada optimalisasi perkembangannya. Oleh sebab itu, konselor perlu membantu siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi yang berguna, layak, tepat, dan menarik bagi siswa SMK Negeri 9 Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983) yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan calon pengguna produk. Data dikumpulkan melalui format penilaian uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa skala penilaian. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan analisis persentase dan data kualitatif dengan analisis deskriptif.

Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi Bagi Siswa SMK Negeri 9 Malang yang  terdiri atas: (1) panduan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi untuk konselor; dan (2) materi bimbingan keterampilan komunikasi antarpribadi untuk siswa, yang terdiri dari lima topik yaitu: membuka diri, mengekspresikan perasaan secara verbal dan nonverbal, mendengar dan menanggapi, menyelesai- kan konflik antarpribadi, dan menghadapi wawancara kerja.

Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi pada aspek kegunaan adalah sangat valid  dengan persentase rata-rata 92,5% (uji ahli) dan 95% (uji calon pengguna produk). Pada aspek kelayakan adalah sangat valid dengan persentase rata-rata 86,1% (uji ahli dan calon pengguna produk). Pada aspek ketepatan diperoleh persentase rata-rata 84,4% (uji ahli) dan 82,2% (uji calon pengguna produk). Artinya persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid. Pada aspek kemenarikan, persentase rata-rata 87,5%(uji ahli) dan 84,4% (uji calon pengguna produk). Berdasarkan kriteria validitas, persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid.

Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi: (1) tampilan sampul paket bimbingan diminimalisir, (2) gambar sampul disesuaikan dengan setiap topik dalam paket, (3) prosedur bimbingan pada panduan paket untuk konselor disesuaikan dengan pelaksanaan bimbingan yang ada pada setiap topik bimbingan pada paket maupun panduan yaitu menggunakan prosedur bimbingan kelompok, (4) panduan untuk konselor ditambahkan petunjuk umum bahwa seluruh topik bimbingan keterampilan komunikasi antarpribadi diberikan kepada siswa pada semua tingkat kelas, kecuali Topik V dikhususkan untuk Kelas XII (5) penyeragaman gambar dengan menggunakan gambar kartun, (6) tambahan gambar untuk bab mendengar dan menanggapi, (7) sebaiknya materi untuk siswa diberi pendahuluan tentang komunikasi antarpribadi, (8) alokasi waktu pelaksanaan bimbingan sebanyak tiga kali pertemuan terlalu lama, sehingga perlu ditambahkan keterangan bahwa kegiatan bimbingan ini dapat dilakukan di luar jam tatap muka.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus benar-benar memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki,        (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu untuk pelaksanaan bimbingan, mengingat minimnya jam tatap muka untuk bimbingan dan konseling di sekolah, (3) bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan uji lapangan yang melibatkan siswa, agar diketahui keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi ini, (4) perlu dikembangkan Paket Bimbingan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi pada populasi penelitian yang lebih luas baik dari tingkatan sekolah maupun ragam sekolah.


Teks Penuh: DOC PDF