SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG SEKS DENGAN PERILAKU SEKSUAL SISWA KELAS XI SMKN 5 MALANG

FEBBY LITTA VIANI

Abstrak


ABSTRAK

Viani, Febby Litta. 2009. Hubungan antara Persepsi tentang Seks dengan Perilaku Seksual Siswa kelas XI SMKN 5 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Drs. Harmiyanto

Kata kunci: persepsi, perilaku, seks, siswa

    Siswa berada pada masa remaja. Masa remaja merupakan periode kematangan seksual yang ditandai dengan meningkatnya kelanjar endoktrin yang menghasilkan hormon seks. Meningkatnya hormon seks pada remaja akan mengakibatkan meningkat pula minat remaja terhadap seks. Pada saat inilah remaja mulai mencari-cari informasi tentang seks, baik melalui orang tua, teman, membaca buku, media massa ataupun internet. Pengetahuan tentang seks yang diterima oleh remaja tersebut akan membentuk persepsi mereka terhadap seks. Persepsi tentang seks merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya perilaku seksual. Persepsi yang tepat akan mendorong remaja berperilaku secara tepat pula sesuai norma yang ada, begitu juga sebaliknya, persepsi yang kurang tepat akan mendorong remaja berperilaku yang kurang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran persepsi tentang seks siswa kelas XI SMKN 5 Malang; (2) gambaran perilaku seksual siswa kelas XI SMKN 5 Malang; (3) hubungan antara persepsi tentang seks dengan perilaku seksual siswa kelas XI SMKN 5 Malang.
    Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket persepsi tentang seks dan angket perilaku seksual. Uji konsistensi internal dilakukan dengan penghitungan koefisien korelasi item total. Analisis  reliabilitas diukur dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dan dihasilkan koefisien sebesar 0,912 pada angket persepsi tentang seks dan 0,948 pada angket  perilaku seksual.
    Hasil penelitian menunjukkan (1) banyak siswa memiliki persepsi tentang seks sangat tepat yaitu sebesar 67, 90% dan sedikit siswa memiliki persepsi tentang seks tepat yaitu sebesar 32,10%. (2) banyak siswa memiliki perilaku seksual sangat baik yaitu sebesar 61,72%, sedikit siswa memiliki perilaku seksual baik yaitu sebesar 30,86% dan sedikit sekali  siswa memiliki perilaku seksual yang kurang baik yaitu sebesar 7,42%, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang seks dengan perilaku seksual siswa kelas XI SMKN 5 Malang  (r = 0,470, p = 0,000).
    Dengan demikian, bagi kepala sekolah dapat membuat kebijakan diadakannya pendidikan seks disekolah untuk mencegah perilaku seksual menyimpang pada siswa sekaligus sebagai usaha mengembangkan persepsi dan perilaku siswa agar lebih baik lagi Bagi konselor, diharapkan dapat memberikan layanan BK yang berkaitan dengan seksualitas remaja agar siswa dapat terhindar dari perilaku menyimpang. Bagi orang tua, diharapkan memberikan pendidikan seks kepada anak sejak dini dan memperhatikan pergaulan anaknya. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya peneliti selanjutnya memperluas kajian dengan meneliti siswa SMK/SMA sekota malang atau bahkan remaja kota malang secara umum sehingga hasilnya dapat menjadi lebih baik.

 


Teks Penuh: DOC PDF