SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi tentang Ekspresi Emosi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri Se-kota Malang

ANIS MUTHOHAROH

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Muthoharoh, Anis. 2009. Studi tentang Ekspresi Emosi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata kunci: Ekspresi emosi, siswa SMP

 

            Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah siswa yang berada pada rentangan usia remaja. Pada masa ini siswa mengalami ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosinya karena adanya perubahan pada semua aspek perkembangan pada diri remaja. Perkembangan emosi siswa pada masa ini menunjukkan sikap sensitif dan reaktif yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial. Dalam hal ini siswa mudah menjadi marah, tersinggung, mudah sedih dan termenung karena adanya ketidakstabilan yang dialami oleh siswa. Emosi tersebut muncul secara tiba-tiba dan bersifat sementara serta diekspresikan oleh individu baik secara verbal maupun non verbal. Ekspresi emosi yang dimaksud adalah ekspresi emosi marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang pada siswa SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi emosi siswa SMP kelas VIII yang ada di Kota Malang yang meliputi: (1) ekspresi emosi marah, (2) ekspresi emosi takut, (3) ekspresi emosi cemburu, (4) ekspresi emosi ingin tahu, (5) ekspresi emosi iri hati, (6) ekspresi emosi gembira, (7) ekspresi emosi sedih, dan (8) ekspresi emosi kasih sayang.

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kuantitatif. Populasi meliputi siswa kelas VIII di SMP Negeri yang tersebar di wilayah Kota Malang. Sampel berjumlah 189 orang siswa. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik multistage cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis persentase.

            Dari hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan ekspresi emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kota Malang yaitu: (1) pada ekspresi emosi marah secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menggerutu atau mengomel (44,44%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berdiam diri di kamar dengan tidak mau melakukan kegiatan apapun (41,26%), (2) untuk ekspresi emosi takut secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berdzikir atau menyebut nama Tuhan (75,66%),  secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku dengan lari menghindari hal yang ditakuti (45,50%), (3) pada ekspresi emosi cemburu secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menyatakan perasaan cemburunya secara langsung kepada orang yang membuatnya cemburu (15,87%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mencari perhatian dengan membantu teman (63,49%), (4) untuk ekspresi emosi ingin tahu secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku bertanya (68,25%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku menonton berita (42,32%), (5) pada ekspresi emosi iri hati secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku membicarakan dengan orang lain tentang perasaan irinya (11,11%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku berusaha mendapatkan barang yang diinginkan dengan bekerja (33,86%), (6) untuk ekspresi emosi gembira secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mengucap syukur (89,41%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku tertawa riang (74,07%), (7) pada ekspresi emosi sedih secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku dengan menangis (73,54%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku mencari hiburan (66,66%), (8) untuk ekspresi emosi kasih sayang secara verbal, sebagian besar siswa menunjukkan perilaku memuji orang yang disayangi (97,35%), secara non verbal sebagian besar siswa menunjukkan perilaku meluangkan waktu untuk orang yang disayangi (74,60%).

            Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada beberapa pihak. Bagi konselor, diharapkan lebih meningkatkan perannya dalam membantu siswa mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan ekspresi emosi siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan layanan BK misalkan dengan memberikan pelatihan bersikap asertif kepada siswa agar siswa dapat menunjukkan emosinya kepada orang lain dengan cara yang tepat. Bagi guru dan staf sekolah, diharapkan mampu memberikan contoh perilaku yang tepat dalam mengekspresikan emosinya kepada siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian yang berkaitan dengan ekspresi emosi,  dapat melakukan penelitian tentang pengaruh ekspresi emosi baik emosi positif maupun negatif yang ditunjukkan oleh siswa terhadap penerimaan teman sebaya dalam kehidupan sosial siswa atau dengan melakukan pengembangan paket mengenai cara pengendalian emosi siswa.



Teks Penuh: DOC PDF