SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Stres Kerja dengan Kecenderungan Perilaku Agresi Guru terhadap Siswa

Nur aini rahmawati

Abstrak


Rahmawati, Nur Aini. 2009. Hubungan Stres Kerja dengan Kecenderungan
Perilaku Agresi Guru terhadap Siswa. Program Studi Psikologi, Jurusan
Bimbingan Konseling dan Psikologi. Universitas Negeri Malang.
Pembimbing (1) Dra. Endang Prastuti, M. Si, (2) Diantini Ida Viatrie,
S.Psi., M.Si.
Kata Kunci : stres kerja, kecenderungan perilaku agresi, guru.
Setiap stressor yang dialami individu dapat menimbulkan ketegangan
yang mempengaruhi persepsi, kognisi, dan tindakan mereka dalam menentukan
respon atas situasi teresebut. Jika stress direspon dengan perilaku yang tidak
adaptif, seseorang akan cenderung melakukan perilaku agresi. Kondisi ini juga
terjadi pada guru Sekolah Dasar di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat stress kerja,(2)
tingkat kecenderungan perilaku agresi,(3) hubungan antara stres kerja dan
kecenderungan perilaku agresi guru SD terhadap siswa di Kecamatan
Kademangan, Kota Probolinggo.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional
dengan besaran populasi 200 orang guru SD di Kecamatan Kademangan, Kota
Probolinggo, dan sampel 80 orang yang ditentukan dengan random sampling.
Data stres kerja ditentukan dengan skala stres kerja (koefisien validitas item
antara 0,358 sampai 0,639 dan reliabilitas item 0,851) , data kecenderungan
perilaku agresi dikumpulkan dengan skala perilaku agresi ( koefisien validitas
item antara 0,337 sampai 0,670 dan reliabilitas item 0,706 ).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara
stres kerja dan kecenderungan perilaku agresi guru SD terhadap siswa di
Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo (rxy = 0, 417 sig 0,00 < 0,05). Artinya
bahwa setiap peningkatan taraf stres kerja dapat diikuti dengan kenaikan
kecenderungan perilaku agresi, dan sebaliknya. Hasil analisis deskriptif mengenai
stres kerja menunjukkan sebanyak 8 orang (10%) termasuk dalam kategori
sangat tinggi, 18 orang (22,5%) kategori tinggi, 30 orang (37,5%) kategori
sedang, 18 orang (22,5%) kategori rendah, dan 6 orang (7,5%) kategori sangat
rendah. Sedangkan hasil analisis deskriptif dari variabel kecenderungan perilaku
agresi menunjukkan bahwa 4 orang (5%) termasuk dalam kategori sangat tinggi,
20 orang (25%) digolongkan dalam kategoti tinggi, 28 orang (35%) termasuk
kategori sedang, 23 orang (28,75%) digolongkan dalam kategori rendah, dan 5
orang (6,25%) termasuk dalam kategori sangat rendah.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) Kepala UPTD
Kecamatan Kademangan, diharapkan mengambil langkah-langkah guna
membekali guru dalam menghadapi situasi kerja, (2) Pengawas SD di Kecamatan
Kademangan, diharapkan dapat menyediakan layanan supervisi guna
mendiagnosis stres kerja dan perilaku agresi guru terhadap siswanya, (3) Guru SD
di Kecamatan Kademangan, diharapkan memahami teknik coping stress yang
tepat ketika menghadapi kondisi tertekan, (4) bagi peneliti selanjutnya,
diharapkan memperhatikan karakteristik individu subjek penelitian dan
mengembangkan dengan variabel lain dengan subjek yang lebih luas.