SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektifitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa Kelas VII B SMP Negeri 15 Malang.

Erindah Eka Kusuma Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Erindah Eka Kusuma. 2016. Efektifitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Percaya Diri  Siswa Kelas VII B SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M. Pd.

 

Kata Kunci: percaya diri, sosiodrama, siswa SMP.

 

Berdasarkan hasil pengamatan pada Kajian dan Praktik Lapangan (KPL), banyak dijumpai siswa yang kesulitan dalam berinteraksi. Siswa yang berada pada usia 11-12 tahun adalah siswa yang memasuki Sekolah Menengah Pertama kelasVII, mereka berada dalam masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa remaja awal. Salah satu hambatan perkembangan adalah siswa terlihat canggung dan lebih banyak berdiam diri ketika berada pada lingkungan baru. Hambatan perkembangan berikutnya adalah siswa berinteraksi dengan teman sekelas hanya seperlunya saja.Hambatan perkembangan seperti itu terjadi disebabkan karena tingkat percaya diri yang rendah. Lindenfield yang menyatakan bahwa orang yang percaya diri adalah orang yang merasa puas dengan dirinya. Adapun maksud dari merasa puas terhadap dirinya yaitu orang yang memahami dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, dan bangga atas apa yang dimiliki serta bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan tanpa rasa cemas dan ragu-ragu.Teknik sosiodrama merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan percaya diri, teknik sosiodrama merupakan alat untuk mencapai tujuan bimbingan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan percaya diri siswa kelas VII B SMP Negeri 15 Malang. Desain penelitian ekperimen dalam penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design.Subjek dalam penelitian ini adalah lima siswa yang mempunyai tingkat percaya diri terendah dalam satu kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah inventori percaya diri dan pedoman eksperimen.

Uji pembeda untuk mengukur hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji T-Test. pada hasil uji T-Test yang diperoleh nilai signifikan sip-value sebesar 0,000. Nilai tersebut kurang dari batas kritis penelitian, yaitu 0,05. Nilai  t hitung -9.237 lebih besar dari tabel t pada DF 30 yakni sebesar 1,694 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H1 atau yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan skor posttest.

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan untuk konselor dan peneliti selanjutnya. Bagi konselor sebaiknya mengetahui isi garis besar cerita dan pesan yang terkandung didalam skenario sosiodrama serta memperhatikan ketersediaan waktu .Bagi peneliti selanjutnya agar dalam melaksanakan penelitian, sebaiknya menggunakan kelompok kontrol agar sama-sama diberi perlakuan.agar bisa diketahui perbedaan skor antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen serta menggunakan teknik permainan terstruktur agar keseluruhan jabaran variabel percaya diri terlampaui.