SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS RSU Dr. SOETOMO SURABAYA

Nur Istiqomah

Abstrak


ABSTRAK

 

Istiqomah, Nur. 2009. Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri pada Pasien Hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M. Si, (II) Nur Eva, M. Psi.

 

Kata kunci: dukungan sosial, penerimaan diri, pasien hemodialisis.

 

            Hemodialisis sering memberikan dampak psikologis pada pasien, seperti penolakan terhadap penyakitnya/realitas, merasa tidak berdaya, bahkan stres. Pasien yang menerima perhatian, kehangatan, penghiburan, pertolongan dari keluarga akan lebih bersemangat menjalani hidup dan membantu meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) bagaimana gambaran dukungan sosial, (2) bagaimana gambaran penerimaan diri, (3) hubungan antara dukungan sosial dan penerimaan diri pada pasien hemodialisis. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah pasien yang terdaftar dan sedang menjalani hemodialisis, jumlah responden sebanyak 35 pasien yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data dukungan sosial dikumpulkan dengan Skala Dukungan Sosial (koefisien validitas item antara 0,310-0,587 dan koefisien reliabilitas 0,858), data penerimaan diri dikumpulkan dengan Skala Penerimaan Diri (koefisien validitas item antara 0,309–0,681 dan koefisien reliabilitas 0,890). Analisa korelasi Product Moment menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan penerimaan diri pada pasien hemodialisis (rxy = 0,781 dengan nilai Sig. = 0,000, Sig. < 0,05), nilai korelasinya tinggi, hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial yang diterima pasien maka semakin tinggi penerimaan dirinya, sebaliknya semakin rendah dukungan sosial yang diterima pasien maka semakin rendah penerimaan dirinya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 6 pasien hemodialisis (17,14%) menerima dukungan sosial kategori tinggi, 22 pasien (62,86%) kategori sedang, 7 pasien (20%) kategori rendah. Sebanyak 6 pasien (17,14%) memiliki penerimaan diri kategori tinggi, 24 pasien (68,57%) kategori sedang, 5 pasien (14,29%) kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) keluarga agar senantiasa memberikan kehangatan atau menghibur pasien untuk tetap bersabar dan lebih berpikir positif, mengajak mengikuti kegiatan sosial atau rekreasi agar pasien tidak selalu memikirkan penyakitnya, (2) pasien agar lebih bersikap terbuka pada orang yang dipercaya, menumbuhkan rasa percaya diri dan lebih menghargai dirinya, (3) rumah sakit agar mengadakan pelatihan, misalnya pelatihan peningkatan penerimaan diri, pelatihan ini efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri pasien dalam kondisi sakit.


Teks Penuh: DOC PDF