SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan antara kemampuan berbahasa dan relasi sosial anak di sekolah pada kelompok A di TK Laboratorium UM

Cahaya Yansennita Boru Sitorus

Abstrak


ABSTRAK

Sitorus, Cahaya Yansennita. 2009. Hubungan Antara Kemampuan Berbahasa dan Relasi Sosial Anak di Sekolah pada Siswa Kelompok A di TK Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd, (II) Dra. Endang Prastuti, M.Si.

Kata kunci: Kemampuan berbahasa, relasi sosial, siswa taman kanak-kanak kelompok A

    Siswa taman kanak-kanak kelompok A merupakan anak yang berada pada rentang usia 4- 5 tahun. Bila dilihat dari tahap-tahap perkembangannya, usia tersebut tergolong dalam masa kanak-kanak awal. Pada masa ini tugas perkembangan anak antara lain berbahasa dan bersosialisasi dengan lingkungan terdekatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kemampuan berbahasa anak di sekolah pada siswa kelompok A di TK Laboratorium UM; (2) untuk mengetahui relasi sosial anak di sekolah pada siswa kelompok A di TK Laboratorium UM; (3) untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berbahasa dan relasi sosial anak di sekolah pada siswa kelompok A di TK Laboratorium UM.
    Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa taman kanak-kanak pada kelompok A kelas regular di TK Laboratorium UM, dengan menggunakan sampel total. Instrumen yang digunakan adalah angket  guru, observasi dan wawancara dengan guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment.
    Dari analisis angket hasil yang diperoleh adalah siswa kelompok A di TK Laboratorium UM mempunyai kemampuan berbahasa sangat tinggi dan relasi sosial yang sangat baik, yakni masing-masing 66,7% dan 76%. Dari hasil observasi diperoleh yaitu 96,3% siswa memiliki kemampuan berbahasa yang sangat tinggi dan 96,3% siswa memiliki relasi sosial yang baik. Wawancara menunjukkan hasil yang tidak beda jauh, yakni siswa kelompok A di TK Laboratorium UM mempunyai kemampuan berbahasa yang sangat tinggi dan relasi sosial yang sangat baik.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan antara lain:
    (1) bagi guru kelas hendaknya lebih memberikan stimulus yang positif seperti memberika tugas untuk bercerita di depan kelas untuk siswa sehingga para siswa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan relasi sosialnya; (2) bagi konselor hendaknya dapat membantu guru kelas dalam meningkatkan kemampuan berbahasa dan relasi sosial anak, seperti mengadakan permainan peran yang dibantu oleh guru;(3) bagi peneliti lain yang tertarik untuk meneliti masalah yang sama hendaknya menambah variabel penelitian yang mampu menggambarkan faktor-faktor yang berhubungan dengan relasi sosial siswa.


Teks Penuh: DOC PDF