SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Remaja-Orang tua dengan Persepsi Kenakalan Remaja Di SMP Negeri 23 Malang.

Arfiva Trisnawati Atmanegara

Abstrak


i
ABSTRAK

Atmanegara, Arfiva Trisnawati. 2009. Hubungan Antara Intensitas Komunikasi RemajaOrang tua dengan Persepsi Kenakalan Remaja Di SMP Negeri 23 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada,M.Si (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd

Kata kunci: Intensitas komunikasi remajaorangtua, Persepsi kenakalan remaja

    Komunikasi adalah penyampaian lambang atau katakata untuk mengubah tingkah laku orang lain. Kenakalan remaja adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang anak yang dianggap bertentangan dengan ketentuanketentuan hukum yang berlaku di suatu negara dan oleh masyarakat itu sendiri dirasakan serta ditafsirkan sebagai perbuatan yang tercela
    Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui intensitas komunikasi remajaorang tua di SMPN 23 Malang, 2) untuk mengetahui kenakalan remaja di SMPN 23 Malang, dan 3) untuk mengetahui hubungan intensitas komunikasi remajaorang tua dengan persepsi kenakalan remaja di SMP Negeri 23 Malang.
    Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 23 Malang tahun ajaran 2009/2010, dengan jumlah 513 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130 siswa.Teknik penarikan sample yang digunakan dalam penelitian ini yaitu proportional random sampling. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan Korelasional. Proses pengumpulan data dilakukan dengan melancarkan angket dengan pilihan untuk angket intensitas komunikasi remajaorang tua adalah Sangat Baik (SB), Baik(B), Cukup Baik(CB), Sangat Tidak Baik(STB), sedangkan angket persepsi kenakalan remaja adalah Sangat Setuju (ST), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS) .
    Analisis hasil penelitian yang digunakan yaitu analisis persentase dan analisis Korelasi Product Moment (Parson). Intensitas komunikasi antara remajaorang tua berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa sedikit (2%) siswa yang intensitas komunikasi remajaorang tua sangat tidak baik, sedikit (34%) siswa yang intensitas komunikasi remajaorang tua cukup baik, cukup banyak (45%) siswa yang intensitas komunikasi remajaorang tua baik, sedikit (18 %) siswa yang intensitas komunikasi remajaorang tua sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa., cukup banyak siswa di SMP Negeri 23 Malang yang intensitas komunikasinya dengan orang tua berada dalam kategori baik;diketahui pula bahwa sangat banyak siswa yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kenakalan remaja, persepsi terhadap itemitem tersebut dapat ditunjukkan secara sangat positif oleh siswa;dari hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa ada hubungan antara intensitas komunikasi remajaorang tua dengan persepsi kenakalan remaja di SMP Negeri 23 Malang, artinya semakin intensif komunikasi remajaorang tua, maka semakin positif persepsi remaja tentang ketidaksetujuannya terhadap tindak kenakalan remaja.
    Dari penelitian tersebut disarankan bahwa untuk kepala sekolah diharapkan dapat membantu dalam pengadaan berbagai macam kegiatan komunikasi antara remajaorang tua;bagi guru bk diharapkan mampu untuk menggali informasi sebanyak mungkin untuk membantu siswa agar lebih akrab berkomunikasi dengan orang tua;bagi orang tua diharapkan untuk dapat lebih memperhatikan putraputrinya, yaitu memberikan cukup waktu untuk berkomunikasi dengan anak tentang apa saja yang telah dilakukannya dalam satu hari.



Teks Penuh: DOC PDF