SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Emosional Siswa di SMK Negeri 2 Batu

Fuad Suhadi Mochtar

Abstrak


ABSTRAK

 

Mochtar, Fuad Suhadi. 2009. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Emosional Siswa di SMK Negeri 2 Batu. Skripsi,  Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M.Si. 2) Drs. Harmiyanto.

 

Kata Kunci: Pola asuh orang tua, kemandirian emosional siswa.

 

            Di dalam proses tumbuh kembang menjadi manusia, anak mulai dibentuk kepribadiannya oleh keluarga. Erikson (dalam Monks dkk, 1999) mengatakan bahwa kemandirian adalah suatu sikap usaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya dengan proses mencari identitas ego, yaitu merupakan perkembangan ke arah individualitas yang mantap untuk berdiri sendiri. Perkembangan kemandirian emosional anak, tidak terlepas dari penerapan pengasuhan orang tua melalui interaksi antara ibu dan ayah dengan anaknya. Orang tua merupakan lingkungan pertama yang paling berperan dalam pengasuhan anaknya, sehingga mempunyai pengaruh yang paling besar pada pembentukan kemandirian emosional anak.

            Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran pola asuh orang tua siswa SMK Negeri 2 Batu, (2) mengetahui gambaran kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu, (3) mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu, (4) mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu, (5) mengetahui hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu.

            Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa SMK Negeri 2 Batu tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 197 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 80 orang siswa. Alat pengumpul data berupa angket terstruktur yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu: angket pola asuh orang tua dan angket kemandirian emosional siswa. Teknik analisis yang digunakan yaitu persentase untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dan kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu, serta analisis korelasional untuk mengetahui ada/tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua siswa SMK Negeri 2 Batu adalah berkecenderungan pola asuh demokratis (68,75%), mempunyai tingkat kemandirian emosional dalam kategori tinggi (57,25%). Hasil analisis uji korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter orang tua dengan kemandirian emosional siswa, ada hubungan positif yang signifikan antara pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian emosional siswa, dan ada hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian emosional siswa SMK Negeri 2 Batu.

            Berdasar hasil penelitian disarankan Konselor hendaknya meningkatkan perhatian atau dapat merencanakan secara sistematis pemberian materi bimbingan, khususnya informasi tentang kemandirian emosional; juga lebih memperhatikan siswa yang menunjukkan gejala kemandirian rendah dengan cara memberikan layanan konseling individual secara terprogram. Guru sebagai orang tua siswa di sekolah disarankan tidak semata-mata mengajarkan materi pelajaran sesuai dengan pedoman kurikulum, tetapi sedapat mungkin menyertakan usaha-usaha meningkatkan pendidikan emosi bagi siswa. Orang tua disarankan untuk menciptakan iklim dan suasana rumah yang nyaman bagi anak, membantu anak mengembangkan potensinya, menerima kekurangan anak, meningkatkan komunikasi secara terbuka dengan anak, selalu bersikap hangat, adil dan tulus. Sedangkan bagi orang tua yang masih menerapkan pola asuh otoriter atau permisif, diharapkan untuk mengurangi tingkat keotoriteran atau kepermisifan dari gaya pengasuhannya kepada anak-anak mereka.

 


Teks Penuh: DOC PDF