SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MALANG

Riesta Ary Sulistyowati

Abstrak


ABSTRAK

Sulistyowati, Riesta Ary. 2009. Hubungan antara Pengendalian Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si (2) Drs. Djoko Budi Santoso

Kata Kunci : Pengendalian Emosi, Penyesuaian sosial.

Kemampuan penyesuaian sosial yang ditunjang dengan pengendalian emosi sangat diperlukan dalam pergaulan remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengendalian emosi, (2) penyesuaian sosial, dan (3) hubungan pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan dengan rancangan korelasional pada subyek sebanyak 280 siswa. Data pengendalian emosi dikumpulkan dengan skala pengendalian emosi (koefisien validitas item antara 0,382 sampai 0,787; koefisien reliabilitas instrumen 0,943). Data penyesuaian sosial dikumpulkan dengan skala penyesuaian sosial (koefisien validitas item antara 0,437 sampai 0,609; dan koefisien reliabilitas instrumen 0,909). Data dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (3,9%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang sangat tinggi, sangat banyak (91,8%) siswa yang memiliki tingkat pengendalian emosi yang tinggi, dan sangat sedikit (4,3%) siswa yang memiliki pengendalian emosi yang sedang, (2) sedikit (24,3%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sangat tinggi, banyak (68,2) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian yang tinggi, sangat sedikit (7,5%) siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang sedang, dan (3) ada hubungan positif pengendalian emosi dengan penyesuaian sosial siswa (rxy = 0,483, sig = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) konselor untuk menyelenggarakan layanan bimbingan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosi misalnya dengan teknik relaksasi dan meditasi, dan menyelenggarakan layanan orientasi dan bimbingan kelompok untuk melatih siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, (2) siswa menerapkan strategi self regulation dan emotional regulation untuk mengendalikan emosinya dalam rangka proses penyesuaian sosial, dan (3) peneliti selanjutnya diharap melakukan penelitian kualitatif tentang implementasi pengendalian emosi remaja dalam lingkungan pendidikan.

 

 


Teks Penuh: DOC PDF