SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Malang.

FITRIANA NAIMATU JANNAH

Abstrak


ABSTRAK

Naimatu Jannah, Fitriana. 2009. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Siswa di SMK Muhammadiyah 1  Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M. Pd, (2) Drs. Harmiyanto.

 

Kata kunci: Kematangan Emosi, Perilaku Agresi

 

            Perilaku agresi sangat marak di lingkungan pendidikan. Hal ini dapat kita ketahui dari fenomena tawuran antarpelajar yang menjadi masalah yang sangat merugikan bagi pihak sekolah maupun masyarakat di sekitarnya. Fenomena ini juga terjadi di SMK Muhammadiyah 1 Malang yang mayoritas siswanya berada pada masa remaja awal. Remaja yang melakukan perilaku agresi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kematangan emosi akan berpengaruh dalam membentuk perilaku agresi. Selain itu remaja yang belum stabil dan kurang matang emosinya dapat lebih mudah muncul perilaku agresinya daripada yang telah matang emosinya.

            Penelitian dilakukan pada siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Malang yang berjumlah 93 orang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kematangan emosi dan skala perilaku agresi dengan menggunakan skala likert dengan klasifikasi selalu, sering, kadang, dan tidak pernah. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik analisis korelasi product moment dari pearson dengan bantuan SPSS 13 for windows.

      Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi kelas X dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 68% siswa. Perilaku agresi pada siswa kelas X termasuk dalam kategori rendah sebesar 42% siswa. Ada hubungan negatif antara kematangan emosi dengan perilaku agresi (r= -0,538). Artinya ada hubungan negatif (-0,538) dan kuat (karena > 0,5) antara variabel x (Kematangan Emosi) dan y (Perilaku Agresif). Semakin tinggi X (kematangan emosi)  maka Y (perilaku agresi) akan semakin rendah.

            Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja dapat mengontrol emosi terhadap segala perilakunya dengan lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler; bagi orang tua hendaknya lebih menjadi model atau contoh dalam berperilaku dan lebih mencurahkan perhatiannya kepada putra dan putrinya yang sedang beranjak remaja, karena pada masa ini remaja sedang mencari identitas dirinya dan cenderung memiliki emosi yang belum matang (masih labil);  bagi konselor, sebagai fasilitator dapat membimbing siswa dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier, utamanya dalam pencapaian kematangan emosi yang maksimal sehingga siswa yang memiliki perilaku agresi dapat termotivasi untuk mengurangi tindakan agresinya. Selain itu konselor juga dapat memberikan informasi yang tepat sehubungan dengan kematangan emosi yang dimiliki oleh siswa dan pengendalian emosi serta dapat meminimalisir perilaku agresi misalnya dengan mengadakan role playing, social skill training atau game problem solving yang melibatkan banyak siswa.


Teks Penuh: DOC PDF