SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Al Mukarrom Ponorogo

Sutriani .

Abstrak


ABSTRAK

 

Sutriani. 2015. Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Al Mukarrom Ponorogo Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, S.Pd. M.Pd

 

Kata Kunci: bimbingan kelompok, model experiential learning (EL), kepercayaan diri

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan model experiential learning (EL) untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII MTs. Latar belakang dari penelitian ini bahwa kepercayaan diri merupakan keyakinan pada diri individu untuk mampu bertindak sesuai dengan harapan dan keinginannya yang didasarkan atas kemampuan yang dimiliki. Siswa yang tidak memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri akan menyebabkan rasa tidak percaya diri. Masalah kepercayaan diri mencakup aspek kognitif, afektif maupun psikomotor sehingga model experiential learning (EL) yang merupakan model pembelajaran holistik dipandang efektif untuk  meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian ini akan membuktikan apakah bimbingan kelompok dengan model EL efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII MTs.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest dan Posttest Design. Siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah dijadikan subjek penelitian, treatment berupa bimbingan kelompok dengan model experiential learning yang akan dilakukan dalam empat kali pertemuan. Data kepercayaan diri diukur dengan instrumen skala kepercayaan diri. Analisis data menggunakan teknik Wilcoxon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor pretest dan posttest.

Hasil Wilcoxon menunjukkan nilai beda (z) -2,524 dan Asymp.Sig. (2-tailed) 0,012. Angka probabilitas menunjukkan < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa  bimbingan kelompok dengan model EL efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada konselor agar menggunakan bimbingan kelompok dengan model experiential learning untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Apabila menggunakan bimbingan kelompok dengan model experiential learning, perlu mengelola waktu. Peneliti selanjutnya perlu menggunakan desain yang berbeda serta menggunakan kelompok kontrol dalam penelitian. Penelitian ini dapat digunakan untuk siswa kelas VII dan IX.