SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH TEMPERATUR UDARA MASUK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN TINGKAT EMISI GAS BUANG MESIN VEGA ZR TAHUN 2009

PRATIRTA AGNI HADISURYA

Abstrak


ABSTRAK

 

Hadisurya,Pratirta A.PengaruhTemperaturUdaraMasukTerhadap Tingkat KonsumsiBahanBakar Dan Tingkat Emisi Gas BuangMesin Vega ZrTahun 2009.Skripsi,JurusanTeknikMesin,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.(II)Drs. Partono, M.Pd.

KataKunci:Temperatur Udara Masuk,Tingkat Konsumsi Bahan Bakar, Tingkat Emisi Gas Buang.

Tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar. Dimana kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu bahan bakar, udara, dan penyalaan oleh busi. Salah satu faktor yang menyebabkan ketidak sempurnaan pembakaran adalah karena bahan bakar tidak dapat terbakar habis ketika terjadi proses pembakaran didalam ruang bakar. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena udara kurang mampu untuk melayani dan membakar habis setiap molekul bahan bakar yang masuk. Sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Temperatur udara masuk adalah suatu keadaan dimana udara dikonsisikan (didinginkan) agar memiliki kerapatan molekul dan massa yang lebih besar daripada udara bebas. Sehingga dengan dikondisikannya udara tersebut dapat memperbesar peluang bahan bakar untuk terbakar dengan sempurna.

Jenis penelitian ini adalah eksperimental dimana peneliti meneliti pengaruh yang ditimbulkan dari pengkondisian udara masuk tersebut terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Dimana temperatur udara normal didinginkan dengan menggunakan es batu yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat mendinginkan udara sebesar 30C  dengan toleransi 10C sehingga didapatkan variasi temperatur sebagai berikut “(300C-310C),(270C-260C), (230C-220C) dan (190C-180C)”. Dan dengan variasi putaran yang telah ditentukan yaitupadaputaranrendah (1500 RPM), putaranmenengah (3500 RPM), danputarantinggi (5500 RPM) untuktingkatkonsumsibahanbakar. Dan putaran 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, 4500, 5000, 5500, 6000 untuktingkatemisi gas buang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, untuk konsumsi bahan bakar dimana dihitung waktu yang dibutuhkan mesin untuk menghabiskan 5ml bahan bakar dengan temperatur udara normal (310C-300C) (270C-260C) (230C-220C) dan (190C-180C) berturut-turut didapatkan rata-rata sebagai berikut: “69,932”, “76,387”, “79,733”, “83,771”. Untuk emisi gas CO yang dihasilkan berturut-turut adalah sebagai berikut: “1,837”, “1,619”, “1,475”, “1,266”. Dan emisi HC secara berturut-turut didapat hasil sebagai berikut: “57,55”, “53,15”, “49,70”, “45,60”. Dari analisi data yang dilakukan dengan menggunakan one way anova didapat hanya emisi HC saja yang memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan. Sedangkan tingkat konsumsi bahan bakar dan emisi CO tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa temperatur udara masuk hanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat emisi HC. Hal tersebut dikarenakan pengaruh yang ditimbulkan hanya sedikit, pada temperatur terendah hanya didapatkan pertambahan massa sebesar 0,005048 gram. Sehingga dengan pengaruh yang kecil tersebut, maka selisih rata-rata hasilpun juga sedikit.

Diharapkan untuk penelitian selanjutnya variasi temperatur yang digunakan ditambah, yaitu udara bebas didinginkan sebesar 30C sebanyak 3 kali, dan udara bebas dipanaskan sebesar 30C sebanyak 3 kali dengan toleransi 10C. Sehingga didapat 7 variasi temperatur yang berbeda. Serta lubang pada bagian bawah knalpot ditutup agar memperoleh hasil pengukuran emisi yang lebih akurat.