SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

BERPIKIR REFLEKTIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA

Hery Suharna

Abstrak


ABSTRAK

 

Suharna, Hery, 2015. Berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. (II) Dr. Subanji, M.Si., dan (III) Dra. Santi Irawati, M.Si., Ph.D.

 

Kata kunci: Berpikir reflektif, berpikir reflektif klarifikatif, berpikir reflektif konektif, berpikir reflektif produktif, dan menyelesaikan masalah matematika.

Berpikir reflektif adalah berpikir yang dilakukan dengan proses terjadi perplexity dan melakukan penyelidikan berulang-sampai menemukan penyelesaian masalah.Berpikir reflektif memiliki peranan penting sebagai sarana berpikir untuk menyelesaikan masalah matematika. Berpikir reflektif memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar memikirkan strategi terbaik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu berpikir reflektif dapat membantu siswa mengintegrasikan kemampuan berpikirnya dengan melakukan penilaian. Berpikir reflektif juga diperlukan dalam proses pemecahan masalah matematika. Pada proses berpikir reflektif terjadi akomodasi yang merupakan proses pengintegrasian stimulus baru melalui perubahan skema lama atau pembentukan skema baru dengan stimulus yang diterima. Melalui akomodasi seseorang mengubah skema yang ada atau membentuk skema yang baru agar cocok dengan rangsangan yang dihadapi, dan akhirnya tercapai kondisi equilibrium. Mahasiswa dituntut memiliki pengetahuan tentang  konsep-konsep yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain, salah satunya adalah materi kalkulus. Kalkulus merupakan materi yang disajikan pada semester awal yang terdiri dari materi-materi dasar dan merupakan materi prasyarat untuk matakuliah matematika selanjutnya. Oleh karena itu masalah yang penting untuk diangkat dalam penelitian “bagaimana berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika”.

Penelitian ini mengungkap proses berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Oleh karena itu penelitian ini tergolong eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses pemilihan subjek yaitu: (1) mengondisikan yaitu menentukan lokasi atau tempat dalam rangka mencari calon subjek penelitian, (2) pemberian TPM pada calon subjek dengan think aloud, (3) dilakukan wawancara apabila ada informasi yang belum terungkap pada data think aloud. Wawancara ini bertujuan untuk mengategorikan calon subjek berpikir reflektif klarifikatif, berpikir reflektif konektif dan berpikir reflektif produktif, (4) kejenuhan data yang dimaksud adalah data dari subjek untuk setiap kategori memiliki pola yang sama atau tetap dari beberapa subjek penelitian yang akan diambil, dan (5) selanjutnya dari masing-masing kategori tersebut diambil minimal 2 orang untuk dijadikan subjek penelitian. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah 6 mahasiswa yang mewakili untuk setiap kategori. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan berpikir reflektif klarifikatif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika, (2) mendeskripsikan berpikir reflektif konektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika, dan (3) mendeskripsikan berpikir reflektif produktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Instrumen pengumpulan data adalah instrumen utama dan instrumen bantu. Sebagai instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, sementara itu instrumen bantu dalam penelitian ini adalah Tugas Penyelesaian Matematika (TPM), hasilthink aloud, hasil wawancara, dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menemukan 3 (tiga) struktur berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Tiga temuan tersebut yaitu: (1) berpikir reflektif klarifikatif , (2) berpikir reflektif konektif, dan (3) berpikir reflektif produktif. Berpikir reflektif klarifikatif (clarificative) adalah berpikir yang terjadi pada saat seseorang mengalami perplexity dan melakukan penyelidikan berulang-ulang dengan cara mengklarifikasi. Berpikir reflektif konektif (connective) adalah berpikir yang terjadi pada saat seseorang mengalami perplexity dan melakukan penyelidikan berulang-ulang dengan cara menghubungkan antar konsep (konseptualisasi). Berpikir reflektif produktif (productive) adalah berpikir yang terjadi pada saat seseorang mengalami perplexity dan melakukan penyelidikan berulang-ulang dengan cara penyelesaian yang berbeda.