SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

perilaku belajar siswaautia

Khoirun - Nisak

Abstrak


ABSTRAK

 

Nisak, Khoirun. 2015. Perilaku Belajar Siswa Autis. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr.Muslihati,S.Ag.,M.Pd.(II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci : Autis, Perilaku Belajar, Perilaku Komunikasi, Perilaku Sosial.

Autis merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi seseorang dan belum bisa dipastikan penyebabnya.Autis biasanya dapat dideteksi ketika usia kanak-kanak. Gangguan ini mempengaruhi perkembangansosial komunikasi dan minat sehingga siswa dengan gangguan autis memiliki kecenderungan untuk menyendiri dan lebih sibuk dengan dirinya sendiri. Karakteristik lain siswa dengan gangguan autis biasanya cuek dengan keadaan sekitarnya, diam ketika dipanggil namun bukan tuli, berbicara tanpa dimengerti orang lain/membeo (echolalia), memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, lebih banyak melakukan komunikasi secara non verbal. Hal ini akan berdampak pada kegiatan belajar akademiknya.

Keterampilan sosial dan komunikasi merupakan keterampilan yang menjadi kebutuhan bagi setiap siswa untuk melakukan interaksi dengan siswa lain atau dengan guru dalam proses belajar akademik. Kegiatan penelitian ini ingin menangkap seperti apa perilaku-perilaku yang terjadi pada siswa dengan gangguan autis dalam perilaku belajarnya, perilaku komuniasi dan perilaku sosialnya. Kemudian tercetuslah penelitian dengan judul “Perilaku Belajar Siswa Autis” yang berfokus untuk mengungkap (1) Perilaku belajar akademik siswa autis, (2) Perilaku komunikasi siswa autis, (3) Perilaku sosial siswa autis.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan subyek penelitian adalah Putra dan orang-orang yang berada disekitar siswa dengan gangguan autis sebagai sumber data. Orang-orang disekitar siswa dengan ganguan autis adalah guru kelas, terapis, pendamping (shadow), ketua yayasan dan koordinator inklusi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menentukan keabsahan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Proses analisis data yang dilakukan peneliti adalah membandingkan data yang berasal dari kegiatan wawancara dengan observasi, wawancara dengan dokumentasi serta wawancara dengan wawancara yang diperoleh dari berbagai sumber data.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah perilaku belajar siswa dengan gangguan autis  lebih banyak kegiatan belajarnya dibantu oleh pendamping (shadow), pada pelajaran tertentu yang berkaitan dengan kemampuan menganalisis dan meresume, siswa dengan gangguan autis sepenuhnya dikerjakan pendamping (shadow) dan siswa menulis ulang hasil tugas tersebut. Sedang untuk kemampuan komunikasi, siswa dengan gangguan autis lebih banyak menggunakan komunikasi non verbal daripada komunikasi verbal. Pada perilaku sosialnya, siswa dengan gangguan autis menunjukkan perilaku cemburu karena perhatian orang di sekitarnya teralih pada siswa yang lain, serta menunjukkan perhatiannya dengan menyentuh pipi terkadang mencium pipi pendamping (shadow).

Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah : (1) Bagi peneliti selanjutnya untuk memperbanyak subyek penelitian agar data yang diperoleh lebih kaya (2) Bagi sekolah, ada baiknya untuk melaksanakan pendidikan inklusi secara utuh berdasarkan kebutuhan dari siswa, khususnya siswa autis, (3)  Bagi yayasan untuk lebih meningkatkan kinerja dan disiplin terhadap aturan serta perencanaan administratif yang lebih terstruktur sehingga dalam pemberian layanan dapat maksimal (4) bagi jurusan untuk menjadikan matakuliah tambahan tentang ABK (anak berkebutuhan khusus) dalam rangka upaya untuk lebih memahami kepada siswa dengan gangguan autis.