SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Instruksional Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Karakter di SMK (Studi Kasus pada SMK Eka Dharma dan SMK Tri Murti Bali)

I Made Rai Arsa

Abstrak


ABSTRAK

Arsa,  I  Made  Rai.  2014. Perilaku Instruksional Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran  Berbasis  Karakter  di  SMK  (Studi  Kasus  pada  SMK  Eka Dharma  dan  SMK  Tri  Murti  Bali).  Tesis.  Program  Studi  Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Dr. H. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd.

Kata kunci: perilaku instruksional guru, pembelajaran berbasis karakter. Perilaku  instruksional  guru memiliki  peran  penting  dalam melaksanakan pembelajaran  berbasis  karakter  di  SMK.  Perilaku  instruksional  guru merupakan segala aktivitas atau tindakan interaksi guru baik verbal maupun nonverbal, mulai dari  perencanaan,  pelaksanaan  dan  evaluasi  yang  dilakukan  guru  selama  proses pembelajaran  sehingga  menghasilkan  suatu  perubahan  baik  yang  bersifat pengetahuan,  sikap  ataupun  perilaku  siswa.  Sedangkan  pembelajaran  berbasis karakter adalah proses pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter kepada  siswa  baik  dari  hati,  pikiran,  raga,  serta  rasa  dan  karsa  dengan  tujuan meningkatkan  mutu  proses  dan  hasil  pendidikan  mengarah  pada  pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang. Penelitian ini dilaksanakan  untuk  meneliti  perilaku  instruksional  guru  dalam  melaksanakan pembelajaran berbasis karakter di kelas pada Program Keahlian Teknik Bangunan (PKTB).

Tujuan  penelitian  ini  adalah:  (1)  mengetahui  nilai-nilai  karakter  yang dikembangkan guru SMK PKTB dalam pembelajaran berbasis karakter di kelas; (2)  untuk  menggambarkan  perilaku  instruksional  guru  SMK  PKTB  dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di kelas; dan (3) mengetahui kendala yang  dihadapi  guru  SMK  PKTB  dalam  melaksanakan  pembelajaran  berbasis karakter di kelas.

Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  deskriptif  kualitatif  dengan rancangan  studi  multi  situs.  Peneliti  dalam  penelitian  ini  berperan  sebagai instrumen primer selama pengumpulan data. Sumber data (informan kunci) dalam penelitian  ini  adalah  guru mata  pelajaran  produktif  pada  PKTB  yang  didukung oleh  keterangan  dari  kepala  sekolah  dan waka  kurikulum. Teknik  pengumpulan data dilakukan  melalui  wawancara  mendalam,  studi  dokumen,  dan  observasi partisipan  yang  menghasilkan  rekaman  wawancara,  silabus  dan  RPP,  foto  dan video. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan  temuan dengan kriterium derajat kepercayaan (kredibilitas)  yang  dilakukan  dengan  teknik:  (1)  perpanjangan  keikutsertaan;  (2) ketekunan  pengamatan;  (3)  triangulasi  baik  sumber, metode,  dan  teori;  dan  (4) auditing.

Hasil  penelitian  menemukan:  Pertama,  nilai-nilai  karakter  yang dikembangkan  guru SMK PKTB  dalam pembelajaran  berbasis  karakter  di  kelas merujuk  pada  karakter  bangsa,  wirausaha,  konsep  Tri  Hita  Karana  dan  Asta Kosala  Kosali.  Kedua,  perilaku  instruksional  guru  sesuai  dengan  nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran. Ketiga, kendala yang dihadapi guru  dalam melaksanakan  pembelajaran  berbasis  karakter  adalah:  (1)  guru  sulit menyesuaikan  karakter  yang  dikembangkan  dengan  indikator  pencapaian;  (2) banyaknya  nilai-nilai  karakter  yang  harus  dikembangkan  guru;  (3)  banyaknya jumlah siswa sehingga sulit untuk memantau perilaku siswa; (4) siswa berasal dari latar  belakang  yang  berbeda,  pola  pikir  yang  berbeda, membawa  sikap masing-masing; dan (5) waktu yang tersedia kurang banyak untuk menyesuaikan karakter pada siswa.

Berdasarkan  hasil  temuan  penelitian,  peneliti  menyarankan:  (1)  sekolah terus mengembangkan  karakter  lokal  sehingga  dapat  dijadikan  sebagai  rujukan untuk  pengembangan  nilai-nilai  karakter  dalam  pembelajaran  dan mengembangkan guru melalui pelatihan-pelatihan sehingga pembelajaran berbasis karakter  dapat  tercapai  dengan  maksimal;  (2)  guru  terus  mengembangkan  diri melalui  pelatihan-pelatihan  sehingga  dapat  mengembangkan  semua  nilai-nilai karakter  pada  siswa  dalam  pembelajaran;  dan  (3)  bagi  peneliti  berikutnya:  (a) melakukan  penelitian  lebih  lanjut  mengenai  pengembangan  nilai-nilai  karakter dalam  pembelajaran  di  SMK,  (b)  perlu  dilakukan  penelitian  terkait  evaluasi pembelajaran berbasis karakter dengan melihat tingkat keberhasilan lulusan SMK di  dunia  usaha  maupun  industri,  dan  (c)  melakukan  penelitian  mengenai  latar belakang  guru  sehingga  dapat  mengembangkan  nilai-nilai  karakter  denganmaksimal.