SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Stres kerja,Ketidakamanan kerja (Job Insecurity) dengan Keinginan berpindah (Intention turnover) karyawan CMO PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE

Santy Nurlinda Wardhani

Abstrak


ABSTRAK
Wardhani, Santy Nurlinda. 2009. Hubungan Stres Kerja, Ketidakamanan Kerja (Job Insecurity)
dengan Keinginan Berpindah (Turnover Intention) Karyawan CMO PT. Adira Dinamika
Multifinance Pamekasan Madura. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan
Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:
(1) Dr. Marthen Pali, M.Psi., (2) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si.
Kata kunci: Stress Kerja, Job Insecurity, Turnover Intension.
Stress kerja adalah tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh
perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan lingkungan,
situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik
seseorang. Job insecurity adalah derajat perasaan tidak aman dalam bekerja karena rasa
khawatir menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di organisasi. Sedangkan keinginan
untuk berpindah (Intensi turnover) adalah derajat kecenderungan sikap yang dimiliki oleh
karyawan untuk mengundurkan diri secara sukarela dari pekerjaannya. Hipotesis penelitian
adalah: (1) ada hubungan signifikan antara stress kerja dengan turnover intension dan (2) ada
hubungan signifikan antara Job insecurity dengan turnover intension.
Penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan
analisis korelasi nonparametrik Spearman rho yang dilakukan terhadap 9 karyawan CMO PT.
Adira Dinamika Multi Finance Pamekasan Madura. Instrumen yang digunakan adalah skala
stres kerja, job insecurity, dan turnover intension dengan model Likert dengan masing-masing
memuat 17 item pernyataan untuk skala stress kerja, 8 item pernyataan untuk skala job
insecurity, dan 6 item pernyataan untuk skala turnover intensi . Uji coba instrumen
memberikan hasil 16 item valid untuk skala stres kerja, 7 item valid dengan untuk skala job
insecurity, dan 6 item valid. Koefisien reliabilitas bergerak dari 0,879 sampai dengan 0,967
dengan tingkat reliabilitas tinggi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa stres kerja
yang dialami oleh mayoritas karyawan CMO PT. Adira Dinamika Multi Finance Pamekasan
Madura berada pada tingkat sedang, demikian halnya dengan Ketidakamanan Kerja (job
insecurity) dan keinginan untuk berpindah (intensi turnover). Hasil analisis korelasi
nonparametrik menunjukkan adanya hubungan searah yang signifikan antara stress kerja dan
intensi turnover (r = 0,979 p = 0,000 > 0,050) dan ada hubungan searah antara job insecurity
dan intensi turnover (r = 0,849 p = 0,038 > 0,050).
Berdasarkan keseluruhan penelitian hingga tahap penyimpulan, saran yang dapat
penulis ajukan adalah sebagai berikut (1) bagi karyawan, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi dasar untuk manajemen diri sehingga tidak mengalami berbagai tekanan yang
menjadi faktor-faktor penyebab stress kerja. Di sisi lain karyawan diharapkan mampu
meningkatkan kemampuan penguasaan keahlian kerja sehingga tidak merasa kesulitan dalam
bekerja dan terdorong untuk meninggalkan pekerjaannya, (2) Bagi perusahaan, dibutuhkan
pengamatan yang mendalam tentang perilaku karyawan berkaitan dengan intensi turnover di
masa-masa awal pekerjaan mereka. Meski kecenderungan akan rasa stres kerja dan
Ketidakamanan Kerja (job insecurity) sangat sulit diamati kemunculannya, namun jika
menunggu lebih lama perusahaan akan mengalami kerugian akibat intensi yang benar-benar
menjadi turnover. (3) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini menjadi dasar untuk
dikembangkan dengan melibatkan berbagai departemen kerja secara menyeluruh dan dibagi
berdasarkan strata guna menilai karakteristik stres kerja maupun job insecurity masingmasing

Teks Penuh: DOC PDF