SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pedoman Layanan Bimbingan Sosial untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa dengan Permainan Sosiodrama.

Patimatus Jariyah

Abstrak


ABSTRAK
Jariyah, Patimatus. 2007. Pedoman Layanan Bimbingan Sosial untuk Meningkatkan Penyesuaian
Sosial Siswa dengan Permainan Sosiodrama. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan
Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.
Ella Faridati Zen. M.Pd., (II) Drs. Harmiyanto.
Kata kunci: Layanan Bimbingan, Bimbingan Sosial, Penyesuaian Sosial, Sosiodrama.
Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan
dengan penyesuaian sosial (Hurlock 1978). Remaja harus menyesuaikan diri dengan teman
sebaya dan harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa di lingkungan keluarga dan sekolah.
Gejala-gejala rendahnya penyesuaian sosial para siswa sering menimbulkan masalah, misalnya
meresahkan siswa ketika di lingkungan sekolahnya. Hal itu tidak dapat dibiarkan, karena akan
merugikan siswa itu sendiri maupun lingkungan sekolahnya. Siswa yang menunjukkan perilakuperilaku
sebagai manifestasi dari "rendahnya" sikap terhadap perilaku penyesuaian sosial itu
mempunyai kecenderungan untuk gagal dalam proses pendidikannya (Nurdiana 2002). Oleh
karena itu diperlukan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sikap siswa terhadap
perilaku penyesuaian sosial di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan
memberikan layanan bimbingan sosial dengan permainan sosiodrama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman layanan bimbingan sosial
dengan permainan sosiodrama. Desain pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan
Borg and Gall, dengan tahap-tahap: (1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), (2)
analisis data dan penetapkan prioritas kebutuhan, (3) merumuskan tujuan umum dan tujuan
khusus pedoman LBS, (4) menyusun pedoman LBS, (5) penilaian produk oleh ahli, (6) revisi
produk ahli, (7) hasil draf , (8) diskusi calon pengguna produk, (9) revisi dari calon pengguna
produk, (10) produk akhir berupa Pedoman Layanan Bimbingan Sosial dengan Permainan
Sosiodrama.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket penilaian
untuk uji ahli, dan angket penilaian calon pengguna produk. Instrumen yang digunakan daftar
angket.
Pedoman LBS dengan Permainan Sosiodrama terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian
pendahuluan, bagian panduan pelaksanaan permainan sosiodrama, dan bagian skenario
sosiodrama. Bagian pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan umum, khalayak sasaran,
peran konselor, dan komponen pedoman LBS. Panduan pelaksanaan terdiri dari: pengantar,
prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama, dan tugas siswa dalam pelaksanaan permainan
sosiodrama. Bagian terakhir skenario sosiodrama yang merupakan gambaran sebelum konselor
melaksanakan kegiatan sosiodrama. Bagian pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan
rasional dari materi pedoman yang dibuat. Panduan dalam pedoman ini dimaksudkan untuk
memberikan petunjuk kepada pengguna pedoman agar mendapat gambaran yang jelas tentang
cara menggunakan pedoman tersebut. Skenario sosiodrama dimaksudkan untuk memberikan
gambaran yang jelas kepada pengguna pedoman agar memperoleh bahan acuan dalam menyusun
persiapan pelatihan ke siswa.
Berdasarkan penilaian ahli, pedoman layanan bimbingan sosial ini sangat berguna bagi
konselor untuk memberikan materi tentang masalah penyesuaian sosial, sangat berguna bagi
siswa untuk meningkatkan ketrampilan hubungan sosial siswa baik di rumah, sekolah maupun
masyarakat. Dilihat dari aspek kemudahan, kualitas penggunaan pedoman layanan bimbingan
sosial ini adalah sangat mudah digunakan, mudah difahami dan sederhana. Dari aspek
kemenarikan, pedoman ini memiliki penilaian sangat menarik karena siswa bermain peran
sehingga tercipta kondisi yang menyenangkan. Menurut penilaian ahli dilihat dari aspek
keakuratan dalam pedoman ini memiliki tingkat keakuratan yang tinggi karena dapat
meningkatkan ketrampilan siswa.
Pedoman ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu: Pedoman LBS yang dibuat dapat
meningkatkan ketrampilan sosial siswa, mengajak siswa untuk bermain peran sehingga tercipta
suasana yang menyenangkan, menggunakan teknik yang menarik, dan siswa ikut berpartisipasi
sehingga tercipta suasana kelas yang hidup, berisi materi-materi bimbingan yang diberikan di
sekolah dengan mengangkat kehidupan yang nyata dan sebenarnya, belum ada yang
mengembangkan, sehingga dapat membantu konselor untuk melaksanakan permainan
sosiodrama sebagai teknik untuk memberikan layanan bimbingan sosial
Pedoman ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: Penilaian pedoman ini baru
sampai pada ruang lingkup yang terbatas, yaitu sampai pada uji ahli dan uji calon pengguna
produk. Proses kegiatan yang ada dalam pedoman ini memerlukan waktu yang cukup lama,
kemungkinan dalam pelaksanaannya ada kendala waktu, karena dipandang bersifat main-main.
Selain itu pedoman ini bukanlah satu-satunya teknik yang digunakan sehingga masih perlu
dilengkapi dengan teknik-teknik lain dalam memberikan layanan bimbingan sosial.
Hasil penelitian ini disarankan beberapa hal, yaitu: Untuk mencapai suatu hasil layanan
bimbingan sosial yang optimal maka konselor perlu mengidentifikasi, memahami dan
memecahkan masalah yang dihadapi siswa yang berkaitan dengan penyesuain sosial siswa
dengan permainan sosiodrama. Produk pengembangan Pedoman LBS Dengan Permainan
Sosiodrama ini jika akan diterapkan ke sasaran yang lebih luas maka perlu disesuaikan dengan
keadaan, waktu, dan tempat di mana layanan bimbingan sosial diberikan. Penggunaan strategi
pengembangan Research and Development (R & D) Borg and Gall (1983) dalam pengembangan
pedoman layanan bimbingan sosial dilaksanakan tahap uji lapangan. Sebagai kelanjutan hasil
penilaian subyek ahli dan hasil diskusi calon pengguna produk, maka perlu diadakan uji coba
produk kepada sasaran yaitu siswa, agar diketahui kefektifan produk yang dihasilkan.

Teks Penuh: DOC PDF