SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICCACY KARIER DENGAN PILIHAN KELANJUTAN STUDI SISWA KELAS IX DI SMP BSS MALANG

FARIDA YENI GIARTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Giarti, Farida Yeni. 2013. Hubungan antara Self Efficacy Karier dengan Pilihan Kelanjutan Studi Siswa Kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

Kata kunci: self efficacy, karier, kelanjutan studi

 

Self efficacy karier merupakan keyakinan untuk sukses, ketegasan dalam memilih karier, dan keuletan mengahadapi situasi kariernya. Sedangkan Pilihan kelanjutan studi merupakan kemampuan siswa terhadap berbagai pilihan karier yang mereka sesuaikan dengan keterampilan dan bakat mereka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy karier siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang, mengetahui gambaran pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang dan mengetahui adakah hubungan antara self efficacy karier dengan pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang.

Rancangan penelitian ini deskriptif dan korelasional, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 89 siswa. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel total, yaitu sampel diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada di SMP Brawijaya Smart School Malang, yang mana jumlah responden kurang dari 100. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan teknik presentase dan korelasi product moment.

Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi masingmasing variabel. Variabel data ini meliputi variabel X yaitu self efficacy karier dan variabel Y yaitu pilihan kelanjutan studi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui tingkat self efficacy karier siswa yang cenderung berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 58,4%. Untuk pilihan kelanjutan studi siswa berada pada kategori cukup sebesar 48,3. Sedangkan analisis korelasi product moment antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0,542 dengan signifikansi sebesar 0,000, sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi. Dengan demikian semakin tinggi tingkat self efficacy karier seorang siswa maka pilihan kelanjutan studi siswa semakin baik, sebaliknya jika tingkat self efficacy karier rendah maka semakin buruknya pilihan kelanjutan studi.

Sebagai seorang konselor hendaknya memberikan bimbingan karier yang kepada siswa agar siswa semakin memahami diri terkait masalah karier. Selain itu konselor perlu memperhatikan komponen layanan dukungan sistem dalam kegiatan manajemen dan pengembangan. Hal ini secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau dapat memfasilitasi kelancaran perkembangan, salah satunya perkembangan karier siswa. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya mempertimbangkan self efficacy karier dalam mendukung kesempatan siswa memilih kelanjutan studi, selain itu dalam pemilihan kelanjutan studi dapat dikaitkan dengan variabel lain seperti tingkat inteligensi dan pola asuh orang tua siswa, sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik.