SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Keterampilan Bekerjasama Antara Siswa Kelas Reguler dan Siwa Kelas Akselerasi SMP Negeri di Kota Malang

Abel Surya Dharma

Abstrak


ABSTRAK

 

Dharma, Abel Surya. 2013. Perbedaan Keterampilan Bekerjasama Antara Siswa Kelas Reguler dan Siwa Kelas Akselerasi SMP Negeri di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (2) Dr. Dany M. Handarini, M.A.

 

Kata kunci: Keterampilan bekerjasama, siswa kelas reguler, siswa kelas akselerasi.

  

Keterampilan bekerjasama merupakan kemampuan, kecakapan, atau kapabilitas siswa untuk berperilaku kooperatif (skill to cooperate) dengan orang lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan suatu masalah. Unsur-unsur yang membentuk definisi keterampilan bekerjasama tersebut, yaitu adanya saling tergantung yang positif, tanggungjawab perseorangan, interaksi promotif/ tatap muka, keterampilan sosial, dan terjadinya proses dalam kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan bekerjasama antara siswa kelas reguler dan siswa kelas Akselerasi SMP Negeri di Kota Malang.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII reguler dan siswa kelas VIII akselerasi. Teknik yang digunakan untuk penarikan sampel penelitian adalah quota sampling dan total sampling. Quota sampling digunakan untuk penarikan sampel siswa kelas reguler dan total sampling untuk penarikan sampel siswa kelas akselerasi. Pengumpulan data menggunakan Inventori Keterampilan Bekerjasama. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Independent Sample t-test.

Dari hasil uji hipotesis, didapatkan nilai thitung adalah sebesar sebesar 9,711 dengan signifikansi sebesar 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan bekerjasama antara siswa kelas reguler dan siswa kelas akselerasi SMP Negeri di Kota Malang.

Berdasarkan hasil penelitian, maka 1) Konselor mempunyai tugas untuk membimbing siswa yang memiliki keterampilan bekerjasama kurang agar dapat berkerjasama secara positif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh konselor adalah dengan bimbingan kelompok. Media yang dapat digunakan untuk kemudahan pemberian layanan bimbingan kelompok adalah media permainan simulasi, 2) Peneliti selanjutnya, melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan bekerjasama siswa SMP dengan populasi yang lebih luas dan sampel yang lebih representatif, diharapkan dapat mendeskripsikan bagaimanakah karakteristik bekerjasama dari siswa kelas reguler dan siswa kelas akselerasi untuk melengkapi kekurangan dalam penelitian ini dengan melakukan penelitian yang lebih komprehensif dan tidak hanya terbatas pada lingkup sekolah saja, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari siswa.