SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Perilaku Konsumtif Siswa SMA Negeri 4 Malang Berdasarkan Lokus Kendali

Brilian Andria Citra Amelia

Abstrak


ABSTRAK

  

Amelia, Brilian Andria Citra. 2013. Perbedaan Perilaku Konsumtif Siswa SMA Negeri 4 Malang Berdasarkan Lokus Kendali. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag M.Pd. (II) Drs. Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd.

 

Kata Kunci: Perilaku Konsumtif, Lokus Kendali, SMA

 

Perilaku konsumtif adalah suatu tindakan dalam menggunakan barang atau jasa secara berlebihan dimana pelaku hanya memikirkan efek keinginan, kesenangan, dan kepuasan dengan tidak memikirkan kebutuhan dan keperluan yang lebih penting sehingga membentuk gaya hidup mewah atau boros. Perilaku konsumtif ini menyangkut lokus kendali individu. Lokus kendali adalah keyakinan individu untuk menempatkan keberhasilan atau kegagalan sebagai tanggung jawab diri sendiri yang dinamakan lokus kendali internal atau tanggung jawab berada di luar diri sendiri yaitu dari lingkungan atau orang lain yang dinamakan lokus kendali eksternal.

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang yang memiliki lokus kendali eksternal, (2) mendeskripsikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang yang memiliki lokus kendali internal, (3) mengetahui perbedaan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang bedasarkan lokus kendali internal dan eksternal.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 4 Malang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Alat pengumpulan data adalah skala Perilaku Konsumtif dan Lokus Kendali. Teknik analisis data dengan adalah deskriptif dan analisis uji-t.

Hasil rerata menunjukkan bahwa perilaku konsumtif siswa yang memiliki lokus kendali internal lebih tinggi daripada siswa yang memiliki lokus kendali eksternal. Namun, keduanya berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang berdasarkan lokus kendali internal dan eksternal.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada konselor sebagai rujukan dalam melakukan analisis kebutuhan siswa tentang perilaku konsumtif, selain itu dapat menjadi reverensi bagi konselor dalam melakukan interfensi bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah perilaku konsumtif siswa, seperti kelola diri dalam hal berbelanja.