SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KETERAMPILAN MENGONTROL EMOSI SISWA AKSELERASI DENGAN SISWA REGULER SMA NEGERI DI KOTA MALANG

Panji Setya Wibowo

Abstrak


ABSTRAK

 

Wibowo, Panji Setya. 2013. Perbedaan Keterampilan Mengontrol Emosi antara Siswa Akselerasi dengan Siswa Reguler SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, MA, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.

 

Kata Kunci:  emosi, akselerasi, regular

 

Kemampuan mengontrol emosi diri ditunjukkan dengan mengelola diri, mengendalikan/mengontrol emosi yang impulsif, menyalurkan emosi dengan tepat ke arah tingkah laku yang bertanggungjawab, dan mengontrol emosi yang menimbulkan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Setiap siswa memiliki keterampilan yang berbeda-beda dalam mengontrol emosi. Contohnya siswa akselerasi dengan siswa reguler  yang memiliki strategi mengontrol emosi yang berbeda pula. Akselerasi berarti mempercepat bahan ajar dari yang seharusnya dikuasai oleh siswa saat itu. Kelas reguler merupakan sistem yang memberikan pelayanan kepada siswanya dengan tidak memberikan pengelompokan atas dasar kemampuan prestasinya, tidak ada pembedaan akan tetapi pembagian kelas merata dari segi kuantitas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan mengontrol emosi antara siswa akselerasi dan siswa regular SMA Negeri di Kota  Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melancarkan inventori Emotion Control Questionnaire/ ECQ2 yang diadopsi dari Derek Roger & Bahman Najarian ke siswa akselerasi dan reguler di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk siswa akselerasi adalah total sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk siswa reguler adalah multistage cluster random sampling

Berdasarkan hasil data yang telah dianalisis, kesimpulannya adalah siswa akselerasi sebagian besar memiliki tingkat keterampilan mengontrol emosi dalam kategori sedang. Siswa reguler sebagian besar memiliki tingkat keterampilan mengontrol emosi dalam kategori sedang. Rata-rata keterampilan mengontrol emosi siswa akselerasi dan reguler SMA di Kota Malang tidak ada perbedaan secara signifikan. Jadi tidak ada perbedaan rata-rata keterampilan mengontrol emosi siswa akselerasi dan reguler SMA di Kota Malang. Peran konselor sangat dibutuhkan dalam meninggkatkan keterampilan mengontrol emosi siswa. Konselor tidak perlu memberikan layanan lebih khusus lagi terhadap siswa akselerasi karena antara siswa akselerasi dan reguler tidak memiliki perbedaan keterampilan mengontrol emosi. Salah satu upaya meningkatkan keterampilan mengontrol emosi dengan mengadakan pelatihan  mengontrol emosi. Pelatihan mengontrol emosi akan menumbuhkan pemahaman siswa akselerasi maupun siswa reguler tentang peran penting pengendalian emosi dalam proses belajar. Saran bagi peneliti lain adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai perbandingan dalam meneliti siswa akselerasi dan siswa reguler dengan variabel-variabel lainnya.

.