SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-Faktor yang Melatarbelkakangi Pengambilan Keputusan Seorang Isteri untuk Mengajukan Gugatan Cerai

DEWI PERMATASARI

Abstrak


ABSTRAK

 

 

 

Permatasari, Dewi. 2009. Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pengambilan Keputusan Seorang Isteri Untuk Mengajukan Gugatan Cerai D Pegadilan Agama Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Alwisol, M.Pd, (II) Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

 

Kata Kunci : pengambilan keputusan bercerai, isteri.

 

         Angka perceraian semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini juga disertai dengan munculnya fenomena bahwa kaum wanitalah yang lebih banyak mengajukan gugatan perceraian dibandingkan dengan kaum pria sebagai suami. Setiap wanita atau isteri memiliki alasan atau faktor pendorong yang melatarbelakangi keputusannya untuk mengakhiri pernikahannya yang berbeda antara invidu yang satu dengan yang lain. Keputusan seorang isteri untuk mengakhiri pernikahannya merupakan suatu bentuk kesadaraan akan kesetaraan gender dimana wanita tidak ingin dianggap sebagai pihak nomor dua dalam pernikahan akan tetapi sebagai individu yang memiliki hak yang dan kesetaraan yang sama dengan kaum pria.

            Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang meneliti dan mengkaji masalah secara obyektif sebagaimana adanya tanpa ada manipulasi atau memberikan perlakuan pada variabel penelitian, dilihat dari jenisnya, penelitian ini merupakan penelitian expost facto yang meneliti peristiwa yang telah terjadi, kemudian merunut ke belakang melalui data yang diperoleh untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului dan menentukan sebab yang mungkin dari peristiwa yang diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang melatar belakangi pengambilan keputusan seorag isteri untuk mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Uji validitas instrumen menggunakan validitas item, uji validity digunakan dengan membandingkan dengan tabel korelasi Pearson dengan taraf signifikansi 0,05 untuk df = 50 ekuivalen dengan 0,231. Reliabilitas diukur menggunakan koefisien reliabilitas alpha dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows menghasilkan reliabilitas sebesar 0.914. Subjek dalam penelitian ini adalah isteri yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama baik yang baru memasukkan perkaranya maupun yang sedang dalam proses persidangan yang diambil dengan cara tehnik insidental sampling. Tehnik analisis data menggunakan tehnik analisis faktor untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang melatar belakagi pengambilan keputusan seorang isteri untuk mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor krisis akhlaq, nafkah, kesetiaan pasangan, ketidak nyamanan emosi, dan ketidak cocokan terhadap pasangan melatar belakangi pengambilan keputusan seorang isteri untuk mengajukan gugatan cerai. Faktor krisis akhlaq memberikan sumbangan sebesar 14,59 %, nafkah sebesar 11,6 %, kesetiaan pasangan sebesar 15,69 %, ketidak nyamanan emosi sebesar 29,08 % dan ketidak cocokan terhadap pasangan memberikan sumbangan sebesar 28, 92 % terhadap pegambilan keputusan seorang isteri untuk mengajukan gugatan cerai. Berdasarkan hasil penelitian disarankan; 1). bagi pihak Pengadilan Agama hendaknya lebih memperhatikan kelima faktor dalam penelitian ini yaitu, krisis akhlaq, nafkah, kesetiaan pasangan, ketidak nyamanan emosi, dan ketidak cocokan terhadap pasangan. Berdasar hasil penelitian diketahui bahwa ketidaknyamanan emosi menjadi faktor penyumbang terbesar dalam proses pengambilan keputusan mengajukn gugatan cerai. sehingga sebelum mengabulkan permohonan gugatan cerai terlebih dahulu dilakukan mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak. Sebab pernikahan yang telah lama dibangun sangat disayangkan bila harus berakhir disebabkan oleh sudah lunturnya cinta diantara kedua belah pihak. 2) bagi pasangan suami isteri, berusaha untuk dapat menerima pasangan apa adanya dan tidak terlalu banyak menuntut yang pada akhirnya tidak akan menambahkan kedewasaan hubungan dan jusru berakibat pada munculnya banyak kekecewaan pada suatu hubungan. 3) Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat semakin banyak menambahkan faktor-faktr lainnya sehingga semakin dapat mengungkap faktor-faktor yang melatar belakangi pengambilan keputusan seorang isteri untuk mengajukan gugatan cerai.