SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN MOTIVASI KERJA GURU TAMAN KANAK-KANAK DITINJAU DARI STATUS PNS DAN NON PNS DI KABUPATEN TRENGGALEK

Gilang Agus Setiyono

Abstrak


ABSTRAK
Setiyono, Gilang A. 2009. Perbedaan Motivasi Kerja Guru Taman Kanak-Kanak ditinjau
dari Status PNS dan NON-PNS di Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Program Studi Psikologi
Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.
Kata Kunci: motivasi kerja Guru Taman Kanak-Kanak, Status PNS dan non PNS
Perhatian Pemerintah dalam merevitalisasi kinerja guru untuk meningkatkan kesejahteraan guru
tidak terlalu terasa bagi sebagian guru yang memiliki status tertentu. Akan tetapi, banyaknya jumlah
guru yang masih terus bertahan untuk bekerja membuktikan bahwa setiap pekerjaan selalu
dilatarbelakangi oleh adanya motivasi kerja yang selalu beragam. Keberadaan status pegawai negeri
memiliki motif-motif tentang karakter pekerjaan yang berbeda dengan pegawai yang bekerja
dengan status bukan pegawai negeri (Houston, 2000).
Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui motivasi kerja Guru Taman Kanak-Kanak
yang berstatus PNS di Kabupaten Trenggalek; (2) untuk mengetahui motivasi kerja Guru Taman
Kanak-Kanak yang berstatus non PNS di Kabupaten Trenggalek; dan (3) untuk mengetahui
perbedaan motivasi kerja antara Guru Taman Kanak-Kanak yang berstatus PNS dan Guru Taman
Kanak-Kanak yang berstatus non PNS di Kabupaten Trenggalek.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif-komparatif. Variabel yang diteliti adalah motivasi kerja
ditinjau dari status PNS dan non PNS. Pengukuran variabel motivasi kerja menggunakan skala
motivasi kerja model Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Taman Kanak-Kanak yang
tercatat sebagai anggota IGTKI Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 934 orang. Sampel yang
diambil dengan teknik sampel proporsional, dengan proporsi 15 % untuk setiap kecamatan,
sehingga didapatkan sampel sebanyak 140 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian
ini adalah uji-t atau t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat motivasi kerja yang dimiliki oleh Guru Taman
Kanak-Kanak dengan status PNS sebagian besar berada dalam klasifikasi sedang; (2) Tingkat
motivasi kerja yang dimiliki oleh Guru Taman Kanak-Kanak dengan status non PNS sebagian besar
berada dalam klasifikasi sedang; dan (3) Tidak ada perbedaan tingkat motivasi kerja yang signifikan
antara kelompok Guru Taman Kanak-Kanak dengan status PNS dan kelompok Guru Taman Kanak-
Kanak dengan status NON PNS. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian
ditolak, karena p = 0, 862> 0,05.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) Para Guru diharapkan dapat meningkatkan motivasi
kerjanya agar kinerja guru makin optimal; (2) Yayasan terkait diharapkan dapat menjalankan
tanggungjawabnya terhadap Taman Kanak-Kanak yang dinaunginya; (3) Pemerintah diharapkan
dapat memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan guru agar kinerja guru makin optimal; (4)
Bagi peneliti berikutnya sebaiknya menggunakan metode penelitian ataupun teori motivasi lainnya
dalam melakukan penelitian pembanding.