SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Peknik Behavior Contract dan Reinforcement Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah Siswa SMPNegeri 1 Lengkong

DHEBRINA ZAHELLATUA

Abstrak


ABSTRAK

 

Zahellatua, Dhebrina. 2012. Efektivitas Peknik Behavior Contract dan Reinforcement Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah Siswa SM PNegeri 1 Lengkong. Program Studi S1 Bimbingan Dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, M.Pd.

 

Kata Kunci: Teknik Behavior Contract, Reinforcement, Konseling Kelompok

 

Terlambat masuk sekolah merupakan salah satu bentuk ketidak disiplinan di dunia pendidikan, jika hal ini tidak segera diatasi tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang lebih buruk dengan siswa membolos. Perilaku terlambat masuk sekolah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan cara melakukan konseling menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektivan teknik behavior contract dan reinforcement dalam konseling kelompok untuk mengurangi peilaku terlambat masuk sekolah siswa di SMP Negeri 1 Lngkong.Teknik behavior contract merupakan perjanjian dua orang ataupun lebih untuk berperilaku dengan cara tertentu dan untuk menerima hadiah bagi perilaku itu. Sedangkan teknik reinforcement adalah proses pemberian suatu yang berupa benda atau tindakan yang di berikan oleh individu maupun pada diri sendiri sebagai konsekuensi atas perilaku yang diharapkan yang telah dilakukannya.

Konseling kelompok dengan teknik behavior contract dan reinforcement dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan jumlah subjek 8 siswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test, subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling.

Data yang diperoleh dari subjek dibandingkan, antara frekuensi terlambat sebelum dan sesudah dilakukan treatment. Hasil analisis dengan menggunakan analisis wilcoxon hasil penghitugan data wilcoxon didapatkan nilai Zhitung sebesar-2.539 dengan signifikansi 0,011. Oleh Zhitung memiliki signifikansi kurangdari 0,05 (sig < 0,05), maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternative diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan antara perilaku terlambat sebelum dan sesudah pemberian treatment.

Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran: (1) Pihak sekolah diharapkan memantau dan memperhatikan kedisiplinan siswa, (2) Konselor diharapkan dapat menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement dengan baik, (3) Konselor diharapkan membantu siswa untuk meningkatkan kedisiplinan,(4) Konselor diharapkan mampu mengaplikasikan dan mengembangkan teknikbehavior contract dan reinforcement ini tidak hanya untuk kelas VIII saja, namunp ada kelas-kelas yang lain, (5) Peneliti lanjutan, jika ingin melakukan penelitian yang serupa disarankan untuk mempertimbangkan waktu penelitian, membangun komunikasi yang baik dengan siswa, dan memperluas subjek penelitian.