SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kematangan Karir Siswa SMA Negeri Se-Kota Malang

Farid Dinar Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Farid Dinar. 2013. “Kematangan Karir Siswa SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan & Konseling FIP  Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dr. Hj. Muslihati S.Ag, M.Pd, Pembimbing II  Arbin Janu Setiyowati. S.Pd, M.Pd

 

Kata kunci: Kematangan Karir, Perkembangan Karir

 

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kematangan karir siswa se-Kota Malang sebagai upaya melihat apakah siswa SMA se-Kota Malang telah mencapai kematangan karir yang mendukung ketrampilan pengambilan keputusan karir atau belum. Kematangan karir secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan remaja (siswa SMA) dalam merencanakan dan mempersiapkan pilihan karir. Kematangan karir bukan serta merta ada dalam kehidupan seseorang tetapi melalui proses yang kompleks, karena membutuhkan waktu yang relatif lama dan melalui tahapan-tahapan. Banyak sekali faktor pembentuk kematangan seperti faktor bio-sosial, lingkungan, kepribadian, aspirasi vokasional, serta prestasi individu. Adapun masalah yang muncul akibat ketidakmatangan karir seperti kebingungan memilih jenjang karir dan kesalahan dalam memilih karir. Banyak kasus yang terjadi diperguruan tinggi seperti pindah jurusan atau tidak meneruskan perkuliahan dengan alasan jurusan sebelumnya tidak sesuai dengan dirinya. Hal tersebut menunjukkan ketidakmatangan karir.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA se-Kota Malang sebanyak 2857 siswa, pengambilan sampel menggunakan multistage cluster random sampling  yaitu membagi wilayah Kota Malang menjadi 3 regional kecamatan yaitu Klojen, Kedungkandang dan Lowokwaru selanjutnya memilih secara acak sekolah yang dijadikan sampel yaitu SMAN 1 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 9 Malang, SMAN 10  Malang. Total sampel adalah 288 siswa yang mengambil 10% dari keseluruhan populasi. Data penelitian diperoleh dengan mengunakan instrumen inventori Crites yang dikembangkan oleh Raudhah 2010.

Hasil penelitian diketahui bahwa 75 % atau 216 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori matang, 17% atau 49 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori sangat matang  dan 7,98% atau 23 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori kurang matang. Kesimpulannya bahwa siswa SMA Negeri se-Kota Malang sebagian besar memiliki tingkat kematangan karir dalam kategori matang.

Dari hasil penelitian disarankan (1) Konselor bisa menambahkan informasi terkait pemilihan karir seperti cara memilih pekerjaan, dan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang mempunyai prospek jangka panjang. Selain itu konselor bisa menjadi fasilitator bagi siswa untuk mengetahui apakah bakat minatnya sesuai dengan bidang pekerjaan atau sekolah lanjutan yang akan dipilih. Selain itu konselor bisa membuat forum konseling teman sebaya, dimana didalam forum tersebut konselor menjadi fasilitator terjadinya konseling antara siswa yang belum matang, matang dan sangat matang yang diharapkan siswa yang dalam kondisi tidak matang, matang bisa menjadi sangat matang dengan bantuan dari siswa yang sangat matang. (2) Penelitian selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk pemberian treatmen atau mengeksperimenkan pendekatan tertentu untuk meningkatkan kematangan karir siswa. Selain itu peneliti selanjutnya bisa memperluas ruang lingkup penelitian ke SMK atau ke jenjang pendidikan setara SMA lainnya (3) Sekolah bisa memberikan fasilitas seperti memperbanyak ekstrakurikuler, memperbanyak buku-buku terkait karir, poster-poster dan memperbanyak progam yang bersifat pemberian informasi terhadap karir sebagai contoh kunjungan ke pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan, sehingga diharapkan mengispirasi siswa dalam pemilihan karir.